Politik Pemerintahan

Disparpora Kabupaten Mojokerto

Manfaatkan Potensi Alam, Kembangkan Wisata Trekking

Bukit Jengger di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Wilayah Kabupaten Mojokerto yang terdapat sejumlah gunung membuat banyak jalur pendakian, baik resmi maupun belum resmi. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto pun meliriknya sebagai peluang dengan mengembangkan wisata trekking (pendakian).

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, pada saat pandemi seperti saat ini di Kabupaten Mojokerto sedang ramai wisata pendakian. “Sekarang lagi ngetren adalah wisata tracking. Itu kebanyakan anak-anak milenial. Sangat ramai,” ungkapnya, Sabtu (21/11/2020).

Potensi Kabupaten Mojokerto memang sangat menawan. Menurut Amat,  di sisi selatan ada barisan perbukitan dan pengunungan. Mulai Kecamatan Jatirejo, Gondang, Pacet, Trawas hingga Kecamatan Ngoro di sisi timur. Di beberapa kecamatan tersebut banyak jalur pendakian.

“Mulai Bukit Jengger di Jatirejo, Bukit Semar, Gunung Butak, Puthuk Kencur di Gondang, Puthuk Sewur, Gunung Pundak dan Puthuk Gragal di Pacet. Watu Gubuk di Trawas, banyak sekali jalur pendakian. Itu sepanjang lereng Welirang dan Pegunungan Anjasmoro, belum yang di sisi Trawas dan Ngoro,” katanya.

Amat menjelaskan, Disparpora akan bekerja sama dengan pihak Perhutani dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) untuk membuka jalur pendakian secara resmi. Pasalnya, banyak yang belum dibuka secara resmi namun sudah banyak masyarakat yang datang. Seperti Bukit Jengger di Kecamatan Jatirejo.

“Banyak yang belum dibuka secara resmi tapi banyak yang ke sana jadi keduluan viral. Jika jalur pendakian sudah dibuka secara resmi, otomatis akan ada posko tiket, jalur evakuasi, ada tim SAR. Kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga, dengan relawan-relawan. Saat ini dalam pemetaan jalur,” ujarnya.

Jalur pendakian mana yang dinilai ramai, lanjut Amat, maka akan didahulukan. Namun sampai saat ini belum adanya izin dari pihak Tahura dan Perhutani karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Tahura dan Perhutani sendiri juga punya jalur pendakian.

“Sehingga ini belum tergarap dengan baik. Masyarakat setempat akan dilibatkan agar bisa memanfaatkan wisata dengan buka usaha ekonomi kreatif, makanan, kuliner dan lain sebagainya. Kita juga akan melibatkan Pokdarwis, kita juga kemarin memberikan pelatihan kepada Pokdarwis,” tuturnya.

Sehingga di tahun 2021, pihaknya mengembangkan wisata tracking dengan pemetaan yang sudah dilakukan di tahun 2020. Tahun 2021, wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto akan ditambah dengan spot -spot baru untuk menarik jumlah pengunjung ke Kabupaten Mojokerto.

“Ada 12 tempat wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto, semua mendapatkan biaya pemeliharaan. Tahun 2021, kita ditarget PAD sebesar Rp14,5 miliar. Untuk tahun ini karena ada recofusing, target kita menjadi Rp5,8 miliar. Saat ini sudah tercapai 86 persen, kurang Rp800 juta. Insya Allah tercapai sampai akhir tahun nanti,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar