Politik Pemerintahan

Malang Raya Sepakat PSBB Lagi

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Malang(beritajatim.com) – Tiga Kepala Daerah di Malang Raya sepakat menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 1 tahun 2021 tentang PSBB. Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, dan perwakilan Pemkab Malang telah melakukan pertemuan untuk menyusun formulasi yang tepat.

PSBB Jawa-Bali sendiri akan dilakukan sejak 11 Januari hingga 25 Januari 2020. Pertemuan antara tiga kepala daerah telah dilakukan, pada Kamis, (7/1/2021). Ketiga wilayah di Malang Raya akan fokus pada mekanisme work from home (wfh), pembatasan tempat ibadah maupun pembatasan tempat ibadah.

“Pembatasannya bisa dengan mekanisme work from home (WFH) dimana kita tahu klaster yang lagi ramai adalah klaster kantor terus klaster keluarga. Jadi kita atur WFH-nya 25 persen masuk, 75 persen WFH. Untuk pembatasan sosial di tempat ibadah sudah dibatasi 50 persen, tempat usaha, kafe dan mall kalau dulu 50 persen sekarang 25 persen. Ini akan dimodifikasi,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, sebagai daerah pariwisata tentu Kota Batu akan terdampak secara langsung di sektor ekonomi dengan diberlakukannya PSBB. Dewanti berharap masyarakat memahami instruksi Mendagri. Sebab, pemerintah membuat aturan PSBB demi keselamatan masyarakat.

“Apapun kita harus mementingkan keselamatan masyarakat jadi tentu saja akan berdampak dari segi ekonomi. Tetapi ini tidak lama hanya dua Minggu mulai 11 Januari hingga 25 Januari itu yang kita minta pengertian dan akan kita sosialisasikan ke masyarakat. Seperti biasa kami akan bersurat kepada seluruh jajaran termasuk pelaku usaha baik hotel, restauran maupun pariwisata, dan TNI Polri,” ujar Dewanti.

Dewanti mengatakan, PSBB kali ini tidaklah seketat seperti PSBB di awal pandemi Covid-19. Tempat wisata tidak akan ditutup karena PSBB mengatur soal pembatasan bukan pelarangan. Untuk itu, dia meminta pelaku usaha mematuhi pembatasan-pembatasan yang dibuat oleh pemerintah.

“Insya Allah PSBB nya tidak sama dengan PSBB awal dulu (pandemi). Tetapi hanya pembatasan seperti kemarin saat awal tahun baru. Ini kita sedang memformulasikan supaya Malang Raya satu ketentuan dan satu bahasa. Tempat wisata tidak ditutup karena ada pembatasan, terutama tempat wisata yang open space,” tandas Dewanti. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar