Politik Pemerintahan

Malang Jejeg Ragukan Kapasitas Panelis di Debat Kandidat Jilid I Pilbup Malang

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Sutopo Dewangga.

Malang (beritajatim.com) – Paslon nomor urut 3 dari jalur independen di Pemilihan Bupati Malang Heri Cahyono – Gunadi Handoko meragukan kapasitas para panelis dalam debat kandidat jilid I pada Jumat, 30 Oktober mendatang. Tema debat kandidat jilid I adalah kesejahteraan rakyat.

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Sutopo Dewangga mengatakan, pihaknya keberatan dengan para panelis yang disiapkan oleh KPU Kabupaten Malang. Mereka pun berkirim surat nota protes ke KPU Kabupaten Malang karena telah mengantongi nama panelis di debat kandidat.

“Empat orang memiliki kapasitas yang sama soal keagamaan, kami meragukan kapasitas para panelis, terutama soal tema debat. Dari 10 panelis hanya 2 yang dari perguruan tinggi sementara yang 8 tidak dari perguruan tinggi,” ujar Sutopo.

Sutopo mengusulkan, moderator debat ada kualifikasinya. Seharusnya para panelis juga diberlakukan kualifikasi yang berkompetensi dengan bidang masing-masing. Malang Jejeg mengaku ragu dengan kapasitas dan independensi para panelis. Mereka pun mengusulkan agar para panelis sebagian diganti sesuai bidang yang dibutuhkan dalam debat.

“Kemarin sudah bersurat ke KPU, memang panelis kewenangan KPU tapi kita harus sepakat independensi dari KPU termasuk pola rekrutmen para panelis. Sampai saat ini nota protes kami belum dapat balasam dari KPU. Tuntutan Malang Jejeg supaya kualifikasi panelis harus sesuai, bisa juga diganti,” papar Sutopo.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Malang, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Marhaendra Pramudya Mahardika membenarkan pihaknya mendapat surat keberatan dari Malang Jejeg. Nota keberatan dari Malang Jejeg pun akan segera dibalas oleh KPU.

Mahardika mengatakan, bahwa para panelis yang telah ditentukan oleh KPU sudah melalui seleksi. Mereka berjumlah 10 orang, dan akan menjadi panelis sampai debat kandidat jilid III. Sepuluh panelis ini pun telah membuat pakta integritas untuk menjaga independensi mereka.

“Saya belum tahu secara rinci, tetapi akan kita sampaikan karena kita akan koordinasi lagi dengan LO. Penunjukan panelis sudah melalui rapat pleno dan kita sudah melakukan seleksi dan ada dasar semuanya itu yang menjadi bahan kami. Sudah ditentukan dan sudah ada pakta integritasnya. Panelis dari akademisi, profesional terus praktisi ada 10 panelis di 3 debat,” tandas Mahardika. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar