Politik Pemerintahan

Mal Pelayanan Publik Tak Ramah Ibu Menyusui dan Anak

Bojonegoro (beritajatim.com) – Antrian panjang pemohon kartu identitas yang ada di mal pelayanan publik membludak. Banyaknya pemohon yang datang, tidak sesuai dengan fasilitas pelayanan yang ada di gedung yang berada di Jalan Veteran itu.

Gedung yang dimanfatkan sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) itu sebelumnya merupakan Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Baru pada Rabu (9/1/2019) Bupati Bojonegoro, Anna Mua’awanah meresmikan menjadi MPP.

Beberapa instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat kini dipindah ke gedung tersebut. Sedikitnya ada 30 instansi pelayanan yang bertempat di gedung tersebut. Salah satunya Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk).

Belum diimbangnya pengembangan secara infrastruktur membuat para pemohon mengeluh. Salah satunya pelayanan di bidang pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran maupun Kartu Identitas Anak (KIA). Jenis pelayanan identitas tersebut ditempatkan di gedung belakang.

Terlihat siang tadi sejumlah pemohon harus mengantri di depan pintu. Para pemohon harus berpanas-panasan karena tidak ada atap pelindung bagi pemohon yang sedang antri. Para pemohon saling berdesakan di depan pintu masuk yang tetutup. Tak ayal bahkan ada yang terjatuh dari tangga saat berdesakan.

Salah seorang pemohon, Juminten (36) Warga Desa Ngablak, Kecamatan Dander, juga mengeluh tidakadanya ruang laktasi bagi ibu yang menyusui. “Seharusnya ada ruang yang layak untuk ibu yang meyusui dan anak,” ujarnya, Rabu (6/2/2019).

Juminten mengaku datang ke Mal Pelayanan Publik untuk mengambil KTP. Sejak pukul 07.00 WIB dia sudah berada di MPP hingga sekitar pukul 11.30 WIB belum mendapat pelayanan. Dia membawa serta anaknya yang masih 11 bulan, karena di rumah tidak ada yang menjaga anaknya.

Namun, selama mengantri anaknya rewel. Cuaca yang sedang panas membuat Febianti sering merengek karena merasa gerah. Mau menyusui anaknya sendiri tidak ada ruang laktasi yang disediakan. Terpaksa, dia harus dibawah pohon sekitar gedung agar anaknya tidak kepanasan dan bisa menyusui.

Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependuduka (Discapilduk) Kabupaten Bojonegoro, Moch Chosim mengatakan, pelayanan pencetakan kartu identitas yang ada di Mal Pelayanan Publik tersebut dilakukan baru dua hari terakhir. “Ini masih uji coba, akan kita evaluasi lagi,” ungkapnya.

Hingga pukul 10.00 WIB pelayanan pembuatan e-KTP, kata Chosim sudah ada pemohon sebanyak 490 orang, padahal kata dia, kapasitas pelayanan yang bisa dilakukan hanya 500 pemohon perhari. “Sekarang kita sedang berbenah akan kita perluas ruangan dan menambah fasilitas, kita ajukan ke pimpinan,” ungkapnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar