Politik Pemerintahan

Maksimalkan Wisma Karantina, Dansatgas PMI Magetan: Kita Harus Waspadai Mutasi Virus Terbaru

Dansatgas penanganan PMI Magetan, Letkol Inf Ismulyono Tri Widodo saat meninjau kesiapan wisma karantina RSUD Magetan, Jumat (7/5/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Letkol Inf Ismulyono Tri Widodo mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan wisma karantina untuk mengantisipasi kepulangan PMI yang rentan membawa virus mutasi baru B117.

“Kita siapkan lagi, kita buat 3 blok dengan kapasitas 40 bed. Karena peraturan terbaru tiba Magetan harus isolasi 3 hari 2 malam,” kata Dansatgas saat meninjau wisma karantina RSUD Magetan, Jumat (7/5/2021).

Ia menambahkan, pengecekan dan pengawasan semakin diperketat mengingat perkembangan virus sudah mutasi di India dan begitu merajalela. “Kita harus waspada, karena di Mojokerto sudah ada satu warga terindentifikasi terkena mutasi baru B117,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata Dansatgas pihaknya sudah menerima 69 kedatangan PMI dari luar yang harus melakukan isolasi mandiri sesampainya di Magetan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, karena dari data yang ada, perkiraan ada 755 PMI asal Magetan yang telah habis masa kontraknya selama dua tahun pada tahun 2021 ini.

“Namun saya tidak bisa memastikan mereka semua kembali karena cukup memungkinkan apabila para PMI Magetan memperbaharui kontrak kerjanya lagi di negara tempatnya bekerja,” paparnya.

Ia juga menekankan, setelah mereka sampai ke desa masing-masing diwajibkan isolasi mandiri di rumah hingga 14 hari. Nantinya, semisal hari kelima mereka di swab PCR ada yang positif dan CT value kurang 25 akan dikirim ke Labkesda provinsi untuk mengetahui apakah terkena Covid-19 atau mutasi terbaru. “Kita waspadai mutasi virus terbaru, karena lebih berbahaya,” tegasnya.

Dansatgas berharap, semua WNI yang datang dari luar negeri untuk dapat mematuhi semua prosedur yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan karena merupakan langkah strategis dalam mencegah masuknya virus-virus terbaru dari luar negeri.

“Sangat penting bagi saudara-saudara kita yang datang dari luar negeri untuk mematuhinya karena inilah langkah strategis yang penting bagi kita untuk mencegah masuknya virus-virus terbaru dari luar negeri,” tandasnya.(asg/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar