Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Makna Dibalik Logo Grebeg Suro 2022

Logo Grebeg Suro 2022 (Foto/Diskominfo Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah dua tahun tidak diadakan karena adanya pandemi Covid-19, tahun ini perayaan Grebeg Suro kembali digelar. Segala persiapan dan rencana kegiatan sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.

Yang terbaru, Bupati Ponorogo melaunching logo Grebeg Suro tahun 2022. Logo resmi Grebeg Suro itu dilaunching saat bupati memimpin rapat panitia besar perayaan Grebeg Suro dan hari jadi Kabupaten Ponorogo ke-526 tahun di aula Bappeda pada Selasa (28/6) siang.

“Saat rapat panitia besar tadi, kita juga lakukan lounching logo resmi Grebeg Suro tahun 2022,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Selasa (28/6/2022).

Ada tiga gambar utama jadi satu kesatuan dalam logo yang didominasi oleh warna merah itu. Yakni kobaran api yang juga membentuk siluet reog, gambar dibawah ada eratan saling berpegangan, dan ditengah ada kaligrafi asma Allah. Bupati Sugiri menerangkan satu per satu makna dari logo Grebeg Suro tersebut.

“Logo itu maknanya kan ada tungku api yang membentuk siluet reog. Itu melambangkan bahwa kita sedang on fire, semangat setinggi-tingginya untuk membangun peradaban budaya kita ini,” ungkap Kang Giri sapaan Sugiri Sancoko.

Gambar dibawah, ada eratan yang saling berpegangan itu melambangkan bahwa Grebeg Suro bisa terwujud dengan sinergi dari semua unsur tanpa terkecuali. Bisa dari kekuatan unsur budaya, keagamaan dan apa saja. Sedangkan yang berada di tengah ada simbol kaligrafi asma Allah.

“Semua orang mengakui bahwa Tuhan itu Allah,” katanya.

Diketahui sebelumnya, bupati Sugiri Sancoko menggaransi bahwa peringatan Grebeg Suro tahun 2022 ini, bakal lebih spektakuler dari gelaran Grebeg Suro sebelum-sebelumnya. Kemasan acara dan semuanya bakal berbeda. Dalam Grebeg Suro kali ini, bupati ingin mentasbihkan bahwa Ponorogo merupakan kota budaya dan kota santri. Budaya yang sudah mendarah daging di Ponorogo, dan santri yang mampu merawat kebhinnekaan, tawaduk dan takzim.

“Kita ingin mengusung tema, bahwa kita ini dilahirkan di kota budaya yang punya khas santri,” ungkap orang nomor satu di Ponorogo itu.

Oleh karena itu, Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko menekankan semua program kegiatan, baik itu panggung maupun penyajinya tidak boleh keluar dari tema tersebut. Semua budaya yang lestari di Ponorogo bakal ditampilkan. Jadi bukan hanya reog saja, namun juga ada jaranan, gajah-gajahan. Selain itu, juga ada kontes maupun hobi juga akan ikut dilibatkan.

Grebeg Suro kali ini juga menjadi titik balik ekonomi dan semangat kebangkitan setelah terpuruk dua tahun pandemi Covid-19. Maka dari itu tagline Grebeg Suro yakni Bergandeng Erat, Bergerak Cepat, Ponorogo Hebat. Tagline tersebut, kata Kang Giri mempunyai arti bahwa dengan kolaborasi dengan pihak siapa saja, sehingga semuanya akan mudah.

“Untuk tagline bergandeng erat itu simbol untuk bersinergi semua unsur. Kemudian bergerak cepat, kita tidak boleh letoy, karena kalau tidak bergerak cepat, kita akan kalah. Sedangkan Ponorogo Hebat adalah visi misi yang satu persatu akan realisasikan,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar