Politik Pemerintahan

Maju Pilkada Gresik, Wabup M Qosim Ajukan Cuti

Gresik (beritajatim.com) – Wabup Gresik Moh Qosim dalam waktu dekat mengajukan cuti karena maju sebagai calon bupati (Cabup) pada Pilkada Desember 2020.

Sebagai bentuk keseriusannya, M Qosim menyebutkan segala persyaratan sudah lengkap. Kendati masih ada satu syarat lagi yang harus dilengkapi. Yakni, bukti surat pendaftaran di KPU.

“Persyaratan lain sudah selesai, nanti kalau sudah ada keputusan calon resmi dari KPU akan disampaikan ke Provinsi Jawa Timur,” ujarnya, Senin (31/08/2020).

Ia menambahkan, setelah dirinya mendaftarkan diri sebagai cabup. Pada tanggal 4 September 2020 langsung mengajukan cuti ke Gubernur Jawa Timur.

“Sebelum mengajukan cuti saya akan meninggalkan semua fasilitas kedinasan. Termasuk diantaranya rumah dinas yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmad Gresik,” imbuhnya.

Terkait dengan ini lanjut M.Qosim, rencananya pada Kamis 3 September 2020 sudah boyongan ke rumah pribadi di Perum Alam Bukit Raya (ABR) Gresik.

“Kalau saya sudah cuti otomatis tak lagi di rumah dinas. Termasuk meninggalkan semua fasilitas dinas,” ungkapnya.

Sesuai Peraturan KPU nomor 18 tahun 2019 atas perubahan perubahan kedua PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan walikota, wakil walikota pada pasal 4 ayat 1 huruf r menyatakan secara tertulis bersedia cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye yang mencalonkan diri di daerah yang sama.

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni menuturkan, saat ini tengah menyiapkan beberapa persiapan terkait pendaftaran Bapaslon bupati dan wakil bupati pada tanggal 4 sampai 6 september 2020 nanti.

“Baik Parpol maupun pasangan calon (Paslon) dilarang membawa massa pendukung. KPU Gresik hanya memperbolehkan pimpinan parpol pengusung yang datang ke Kantor KPU. Antara lain ketua dan sekeretaris beserta Paslon yang dicalonkan,” katanya.

Aturan ini kata dia, sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak mengumpulkan orang dengan jumlah yang besar. Selain juga mematuhi himbauan dari Satgas Covid-19 Pemkab Gresik.

“Larangan pengerahan massa tersebut tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar