Politik Pemerintahan

Maju Pilbup Mojokerto, Petahana Wajib Cuti Selama Masa Kampanye

Petahana Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Calon petahana yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020 wajib cuti selama masa tahapan kampanye berlangsung. Surat cuti tersebut sudah harus diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto paling lambat hari pertama di tahapan kampanye.

Cuti tersebut dilaksanakan selama 71 hari sejak tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020. Di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto, ada petahana Yakni Pungkasiadi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintang (PBB) akan yang maju.

“Kalau sudah melakukan pendaftaran seperti ini saya akan mengajukan cuti ( Kemendagri),” ungkap petahana, Pungkasiadi usai melakukan pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tahun 2020, Minggu (8/9/2020) kemarin.

Masih kata Pung, masa jabatannya sebagai Bupati Mojokerto akan berakhir pada 17 Februari 2021 mendatang. Terkait pencalonan dan pendaftarannya ke KPU Kabupaten Mojokerto akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk diajukan permohonan cuti.

“Menurut informasi, suratnya itu harus selesai dulu tapi waktunya itu yang ditentukan. Jadi ada batasanya 7 hari surat harus sudah dipegang, kemudian kalau kita seumpama 7 hari dari penetapan mungkin sekitar tanggal 15-16 sudah punya surat itu. Mulainya itu waktu kampanye, kira-kira 25-26 September,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif mengatakan salah satu syarat yang berlaku bagi calon berstatus yang sebagai Bupati yang mencalonkan di daerah yang sama harus membuat surat pernyataan dalam formulir BB1.KWK.

Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

“Yang menyatakan bahwa calon (incumbent) siap cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye. Ketentuan ini sesuai PKPU Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan keempat PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Kampanye, di mana surat cuti itu harus sudah diterima KPU paling lambat hari pertama masa kampanye,” ujarnya.

Hal itu, lanjut Divisi Teknik ini, yang harus dipenuhi oleh bakal pasangan calon yang berstatus sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang mencalonkan di daerah yang sama. Di saat pendaftaran, di kolom pernyataan tentang bersedia cuti di luar tanggungan negara sudah di centang.

“Itu sudah menjadi syarat calon yang sudah terpenuhi, tinggal KPU menunggu eksekusinya. Diserahkan surat cuti itu paling lambat hari pertama di tahapan kampanye. Kemarin kita mencoba mengkaji ternyata ada aturan dari Kemendagri,” jelasnya.

Arif menjelaskan, Mendagri akan menerbitkan surat cuti tujuh hari sebelum penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati. Sehingga cuti maupun tidak cuti bagi incumbent, Mendagri akan tetap menerbitkan surat cuti tersebut. Penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto akan diumumkan pada, tanggal 23 September 2020.

Sedangkan, undian nomor urut calon dalam Pilbup Mojokerto dilaksanakan pada tanggal 24 September 2020. Sementara masa kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) serentak akan dimulai tanggal 26 September sampai 5 Desember 2020. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar