Politik Pemerintahan

Machfud Arifin Terima Curhatan Warga Soal Penegakan Hukum

Surabaya (beritajatim.com) – Bakal calon Wali Kota (Bacawali) Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengunjungi Bulak Banteng, Minggu (16/2). Kedatangan mantan Kapolda Jawa Timur ini untuk melakukan silaturahim dengan kader PPP dan warga Bulak Banteng.

Menariknya, saat silaturrahim Machud Arifin dicurhati warga. Mulai dari persoalan sengketa tanah, penegakan hukum, akses jalan yang sempit, pavingisasi, hingga masalah pedagang kaki lima (PKL).

Salah satu warga, Ibu Dimas mengaku jalan yang menuju ke rumahnya sempit dan rusak. Keadaan jalan yang tidak baik ini membuat aktifitas warga sekitar terganggu. “Tolong pak kalau terpilih, warga kami diperhatikan, jalan rusak, apalagi saat musim hujan gini, jalan makin rusak karena kena banjir,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Juru Parkir (Jukir) Surabaya Rodiyan mengeluhkan keadaan Pedagan Kaki Lima (PKL) yang sering ditertibkan oleh Satpol PP. Padahal, mereka berdagang untuk menghidupi keluarga. “Harapannya, pak Machuf tidak menbinasakan PKL, tapi dibina, mereka bekerja untuk mencari uang,” pinta pria yang pernah menjadi tim sukses Tri Rismaharini pada pencalonan yang kedua.

Mendapati keluhan warga, Machfud Arifin berjanji akan memperhatikan keadaan warga Surabaya. Terutama masyarakat kecil yang berada di setiap pelosok-pelosok kota Surabaya. “Saya senang mendengarkan keluhan warga. Saya akan perhatikan dan eksekusi keluhan mereka kalau jadi (Wali Kota),” ujarnya.

Arek Surabaya ini mengatakan, orang Surabaya harus sehat, dan anak-anaknya harus mengenyam pendidikan. Selain itu, warga Surabaya harus bekerja semua, tidak ada yang menjadi pengangguran.

Ketua DPC PPP Kota Surabaya Buchori Imron memandang, Machfud Arifin memiliki kemampuan yang komplit. Kemampuan manajerial, pengalaman, serta dedikasi kepada masyarakat sudah terbukti saat masih aktif di kepolisian.

“Ke depan harus lebih bagus. Pilihlah yang pengalaman seperti pak Machfud Arifin. Asli arek Suroboyo, beliau tegas, peduli, dan mumpuni,” ujarnya saat acara silaturahim dengan 600 kader PPP dan warga Bulak Banteng.

RPA Mujahid Ansori mengatakan, pembangunan kota Surabaya selama ini sudah bagus. Taman kota, hutan kota, dan pembangunan fisik lainnya sudah memadai. Hanya, pembangunan manusia yang perlu mendapatkan perhatian.

“Ada satu pekerjaam besar yang akan dilakukan oleh Pak Machfud Arifin, yaitu adalah membangun manusia Surabaya,” jelasnya.

Politisi senior PPP ini menegaskan, pembangunan fisik seperti taman dan hutan yang indah, namun pembangunan manusia tidak disentuh, maka itu akan percuma. “Tidak ada artinya taman indah tapi masyarakatnya sumpek,” tegasnya.

Menurutnya, Machfud Arifin memiliki semuanya untuk menjadi wali kota Surabaya. Mulai dari modal sosial, model, dan modul atau konsep untuk membangun kota Surabaya. “Modal sosial bagus, model atau potongannya bagua, tegas dan pengalaman, dan modulnya juga ada, ini paket komplit,” katanya.

Mujahid menegaskan betapa pentingnya pembangunan manusia. Apalagi belakangan ini ada fenomena tentang munculnya kerajaan-kerajaan baru di Indonesia. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa pembangunan kota bukan hanya fisik, tapi manusianya juga perlu diperhatikan. “Sekarang masyarakat Indonesia mulai terganggu kejiwaannya, ini harus diperhatikan,” tandasnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar