Politik Pemerintahan

Machfud Arifin Pastikan Penyelesaian Masalah Surat Ijo

Surabaya (beritajatim.com) – Problem surat ijo yang sudah menahun mengusik hati Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin. Hingga saat ini, masalah itu masih menjadi sengketa yang tidak berujung antara pemilik surat ijo dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin mengaku memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan surat ijo. Bahkan, problem surat ijo sudah ditulis dalam buku besarnya agar menjadi perhatian serius ketika terpilih menjadi wali kota Surabaya. “Itu komitmen saya, sudah saya tulis dalam buku saya, karena saya bagian dari surat ijo,” ujarnya saat menyapa warga Ngagel Baru, Selasa (13/10).

Alumni SMPN 1 Surabaya ini memandang, hanya ada satu kunci menyelesaikan surat ijo, yakni good will dari Pemerintah Kota Surabaya. “Kalau wali kotanya mau ya bisa, kalau ngak, ya ngak selesai,” tambahnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menerangkan, jika surat ijo tercatat sebagai aset negara, maka pelepasannya akan diminta kepada negara. Sebab, menteri negara sudah menyampaikan surar ijo bisa dilepas kepada masyarakat. “Sampai menterinya bilang, jangankan surat ijo, surat merahpun bisa dilepas,” ungkapnya.

Karenanya, tokoh yang lahir dan besar di Surabaya ini mengaku akan berada di barisan depan menyelesaikan surat ijo. “Kalau hanya ngedepanin retribusi, terus rakyat saya sengsara buat apa, saya akan di depan selesaikan surat ijo,” tegasnya.

Arek Ketintang Surabaya ini mengatakan, jumlah surat ijo di kota pahlawan cukup banyak, sekitar 48 ribu persil. Di beberapa daerah seperti Bandung sudah beres, hanya Surabaya yang belum ada penyelesaian hingga saat ini. “Kalau saya ngak usah disuruh, tapi terusik dengan kondisi warga, saya akan selesaikan,” ucapnya.

Salah satu warga Ngagel Baru Hamam mengaku banyak menaruh harap kepada paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). Sebab, selama ini hanya dibuai oleh harapan palsu. Terutama penyelesaian surat ijo yang tak kunjung ada ujungnya.

“Kami terlalu berharap kepada beliau berdua, karena pengalaman beliau yang luar biasa, sudah cukup menaruh harap kepada pemerintah saat ini,” ujarnya.

Hamam mengaku, semua warga Surabaya, bukan hanya Ngagel, yang memiliki problem dengan surat ijo mendoakan MAJU menang dalam Pilwali Surabaya yang berlangsung pada 9 Desember mendatang. “Kita mohonkan kepada Allah agar mendapat ridhonya, supaya bisa melakukan perubahan di Surabaya,” tukasnya. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar