Politik Pemerintahan

Machfud Arifin: Kebijakan Pemerintah Harus Dievaluasi

Surabaya (beritajatim.com) – Jasa Pelayanan (Jaspel) guru PAUD se-Surabaya dinilai terlalu kecil untuk ukuran kerja yang tidak ringan. Para guru PAUD ini hanya menerima Jaspel Rp 250 ribu per bulan dari Pemkot Surabaya. Uang jaspel mereka bahkan tidak sama dengan Jaspel Pos PAUD Terpadu (PPT).

“Untuk sekarang kesenjangan jaspel sudah ada gap antara PPT di Balai RW yang terima Rp 400 ribu perbulan, sementara kita kelompok bermain dan TK yang notabene kerjanya lebih panjang, apalagi harus S1 PAUD hanya dapat Rp 250 ribu perbulan,” ujar Ketua Himpaudi Surabaya Agus Setiyono saat silaturahmi dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin.

Agus mengaku guru PAUD selama ini dinomor sekiankan oleh Pemkot Surabaya atau Dinas Pendidikan Surabaya. Setiap kali Himpaudi mengadakan acara, Wali Kota Surabaya atau Kepala Dinas Pendidikan tidak pernah datang.

“Paling yang datang hanya sekelas kasi atau kabid, kalau walikotanya atau kadisnya ngak pernah, sedangkan di daerah lain itu bupati atau walikotanya datang, kita juga mau audisensi juga ngak pernah diterima,” ungkapnya.

Karenanya, Haimpaudi menginginkan adanya perubahan di Surabaya. Machfud Arifin-Mujiaman diyakini mampu mengayomi guru-guru PAUD se Surabaya. “Saya yakin MAJU bisa membawa perubahan, kan sudah terbukti sepak terjang pak Machfud selama di kepolisian,” ujarnya.

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mengaku keluhan para guru PAUD se-Surabaya ini harus menjadi bahan evaluasi ke depan. Kesejahteraan mereka harus bisa dijamin oleh Pemkot Surabaya.

“Mau pakai tempat acara Himpaudi nggak pernah dikasih, diundang nggak datang, ini harus menjadi bahan evaluasi,” ucapnya.

Alumni SMPN 1 Surabaya ini menilai peran guru PAUD sangat urgen untuk anak-anak Surabaya. “Mereka pembina paling penting untuk anak-anak usia emas Surabaya, makanya kesejahteraannya harus diperhatikan,” tukas arek Ketintang Suroboyo ini.

Lita Machfud Arifin yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengaku tujuan maju dalam Pilwali Surabaya hanya ingin membantu masyarakat tempat kelahiran Machfud Arifin. “Tidak lagi ngejar jabatan karena sudah jadi Kapolda tiga kali, juga tidak alasan ekonomi karena kami punya bisnis sendiri, tapi hanya ingin membantu masyarakat Surabaya,” ujarnya singkat. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar