Politik Pemerintahan

MA: Jangan Rumah Tangga Rusak Terus Kita Dituduh

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Surabaya dengan nomor urut 2 Machfud Arifin akhirnya buka suara terkait tudingan strategi memecah belah yang dibebankan kepada dirinya dan tim pemenangan.

“Sebetulnya saya malas menanggapi. Bukan ranah saya untuk menanggapi ini. Biarkan tim saya saja atau tim pemenangan saya, bahkan mungkin sudah banyak beredar video dari saudara Seno, itu cukup mewakili apakah saya dianggap memecah belah ini. Atau mungkin silahkan tanya ke saudara Mat Mochtar,” kata Machfud Arifin kepada wartawan di posko pemenangan di gedung Machfud Arifin Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (20/11/2020).

Calon Wali Kota yang berpasangan dengan Calon Wakil Wali Kota Mujiaman Sukirno ini justru malah mempertanyakan balik soal PDIP yang sering dinilai sebagai partai besar serta organisasinya besar dan kuat. “Bagaimana saya memecah-belah. Janganlah rumah tangga rusak, terus kita dituduh-tuduh,” tegasnya.

Mantan Kapolda Jatim ini menerangkan, Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) fokus menjalankan tahapan kampanye Pilwali Surabaya 2020. “Saya fokus di tahapan kampanye ini dalam kontestasi pilwali dan mengikuti aturan. Saya dan Pak Mujiaman mengikuti deklarasi yang dilakukan oleh Bawaslu, KPU, semuanya hadir,” jelasnya.

Pilwali Surabaya 9 Desember 2020 ini diikuti dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. Paslon nomor urut 01 Eri Cahyadi-Armudji (Erji) diusung PDIP dan didukung PSI. Eri juga didukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sedangkan paslon nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) diusung 8 partai koalisi yakni, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS. Serta didukung tiga partai, Perindo, Gelora dan PKPI. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar