Politik Pemerintahan

Luruk Bappeda Jember, Pendukung Plt Bupati Ingatkan Fauzi

Kepala Bappeda Jember Ahmad Imam Fauzi (putih) saat didatangi para pendukung Plt Bupati Abdul Muqiet Arief

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang mengaku pendukung Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief mendatangi kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (30/9/2020).

Mereka menemui Kepala Bappeda Jember Ahmad Imam Fauzi dan meminta agar sang pejabat tak memberi masukan yang menyimpang kepada Muqiet. Kedatangan warga yang dipimpin Dwiagus Budianto ini mengejutkan Fauzi yang sedang memimpin rapat. Mereka akhirnya diterima di ruang kerjanya.

Jumadi Made, salah satu pendukung Muqiet, mengingatkan agar tak ada yang mengganggu pelaksana tugas bupati saat merombak birokrasi sesuai perintah Menteri Dalam Negeri. “Tolong jangan diganggu atau diberi masukan nyeleneh. Kalau saya sampai dengar selentingan apapun, saya tidak perlu melapor Kiai Muqiet, saya akan labrak langsung siapapun orang itu,” sergahnya.

Sesuai surat tertanggal 9 November 2019, Mendagri Tito Karnavian memang memerintahkan kepada Pemkab Jember untuk melakukan pembenahan birokrasi, antara lain mencabut peraturan bupati tentang kedudukan susunan organisasi dan tata kerja organisasi perangkat daerah dan belasan surat keputusan mutasi jabatan.

“Kalau sampai ada selentingan, saya datangi sendiri. Sampaikan kepada semua kroni petahana: musuhnya adalah rakyat,” kata Jumadi.

Dwiagus dan Jumadi sempat berang, karena mendengar ada kabar intimidasi dan ancaman kepada Muqiet yang dilakukan salah satu pejabat di Pemkab Jember. Muqiet sendiri saat ditemui para pendukungnya siang tadi menyatakan bahwa kabar itu tidak benar.

Fauzi juga menyatakan tidak tahu soal itu, dan menyebut itu sebagai fitnah. “Pemberi informasi itu panjenengan klarifikasi saja,” katanya kepada Dwiagus.

Fauzi mengatakan, kemungkinan ada pihak yang mengadu domba. Ia memastikan tidak pernah memberikan pesan berbau intimidatif apapun kepada Muqiet. Dia hanya memberikan saran-saran sebagai staf. Namun setelah Muqiet sebagai pimpinan sudah membuat kebijakan, Fauzi menyatakan akan taat. “Ketika pimpinan sudah mengambil keputusan, anak buah wajib mengikuti,” jelasnya.

“Beliau sudah mengambil keputusan, maka ASN (Aparatur Sipil Negara) wajib melaksanakan. Karena tugas ASN adalah melaksanakan kebijakan kepala daerah. Jadi institusi yang kita selamatkan,” kata Fauzi. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar