Politik Pemerintahan

Lurah Osowilangon Tak Tahu Ada Perusahaan Batu Bara Tanpa Izin di Wilayahnya

Surabaya (beritajatim.com) – Lurah Tambak Osowilangon, Agus Edhie mengakui kesulitan untuk mengiventarisir enam perusahaan batu bara yang belum berizin di Tambak Osowilangon-Surabaya.

Bahkan, Agus Edhie mengatakan jika selama ini perusahaan batu bara yang ada di Tambak Osowilangon hanya menempati lahan materialnya saja, tanpa mengetahui lokasi kantor perusahaan batu bara.

“Infonya enam kantor perusahaan batu bara itu ada di pusat atau tengah kota Surabaya, mas. Saya sama sekali tidak tahu alamat kantornya.” ujarnya, Senin (15/07/190).

Agus Edhie, Lurah Tambak Osowilangon mengakui, jika selama ini pihak Kelurahan hanya mengetahui lahan yang ada di Tambak Osowilangon digunakan untuk material batu bara, tanpa tahu betul alamat perusahaannya.

Dirinya kembali mengatakan, bahwa ia sudah mengetahui hasil hearing pemilik perusahaan batu bara di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Jumat lalu (12/07/19) soal polusi udara akibat material batu bara di sekitar Tambak Osowilangon.

Hanya, Lurah Tambak Osowilangon tersebut memang mengakui jika ada enam perusahaan batu bara yang belum berizin.

“Tapi sekali lagi saya tidak tahu alamat perusahaannya, katanya sih di tengah kota,” ungkapnya.

Sebelumnya, temuan ini terungkap melalui Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, Jumat (12/07/19). Menurutnya, sejumlah perusahaan batu bara yang menempatkan material batu baranya di wilayah Tambak Osowilangon, diduga mencemari lingkungan udara ke sekitar warga Tambak Osowilangon.

Selain mencemari lingkungan udara, kata Syaifuddin Zuhri, dari tujuh perusahaan batu bara hanya satu yang memiliki izin lingkungan.

“Demi keselamatan warga, Pemkot Surabaya harus menindak tegas perusahaan batu bara yang tak berizin, dengan menutup operasional perusahaan.” ujarnya kepada wartawan usai hearing dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya di Komisi C DPRD Kota Surabaya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar