Politik Pemerintahan

Lurah di Mojokerto Terdata Sebagai Penerima Bantuan di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang PNS yang memiliki jabatan Lurah di Mojokerto ternyata ikut masuk di data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) milik Pemkot Surabaya. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT 14 RW3 Pakis Wetan-Kelurahan Pakis, Hendar.

“Beliau atas nama Pak Hermanu, Lurah di daerah dekat Trowulan sana Mas. Memang bertempat tinggalnya di wilayah saya. Meskipun, setiap Senin-Jumat dia lebih banyak di Mojokerto, baru di sini kalau akhir pekan. Tapi di sini memang keluarganya tinggal,” kata Hendar kepada beritajatim.com, Senin (11/5/2020).

Masuknya nama Lurah Hermanu, menurut Hendar secara otomatis membuat mereka kebingungan. “Karena itu bukan dari data saya. Saya tidak pernah mendata Pak Hermanu sebagai MBR. Pak Hermanunya pun juga bingung kenapa namanya masuk,” bebernya.

“Setelah kami konfirmasi kepada pihak Kelurahan, mereka menyatakan jika data itu dari pusat gitu bilangnya. Dari Dinsos,” tambah Hendar.

Sebagai solusi, Hendar mengungkapkan jika saat ini Ia diminta pihak Kelurahan untuk mendata ulang warganya yang masuk di kategori MBR. “Ini sedang kita data ulang Mas. Sedang sibuk-sibuknya ini,” ujarnya.

“Kalau di data yang lama, yang Pak Hermanu masuk itu, hanya ada sekitar 15-20 orang saja. Sekarang, saya data ulang semua mereka yang terdampak Covid-19 ini. Di catatan saya ada 40-an warga. Tapi kendalanya, tidak semua bisa diinput. Hanya mereka yang berKTP Surabaya saja,” pungkas Hendar.

Di sisi lain, terkait kisruh data MBR yang sering merebak akhir-akhir di Kota Surabaya, Kadiskominfo M. Fikser justru berterima kasih kepada segenap masyarakat atas kritik dan masukannya. “Dari input masyarakat itu, kita bisa benahi data ini agar lebih sinkron dan benar-benar menyasar mereka yang berhak,” ujarnya.

“Itulah salah satu alasan kami menempel data-data itu di Kelurahan, meski di aplikasi mobile pun juga ada. Agar masyarakat bisa langsung mengecek dan memberikan masukannya jika apabila ada penerima yang mungkin sudah meninggal atau pindah domisili. Agar juga bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh yang berhak,” pungkas Fikser. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar