Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Luhut Dituding Main Proyek Tambang, Gus Ubaid Minta Polisi Panggil Haris Azhar

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda NU yang juga Ketua Bravo-5 Jatim, Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) meminta Aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mengklarifikasi tudingan mereka terkait keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) pada bisnis tambang di Papua.

“Menurut saya pribadi, terkait tuduhan yang dilayangkan Haris Azhar kepada Pak Luhut yang mengatakan Pak Luhut ikut bermain proyek-proyek tambang di Papua agar dibuktikan dengan data dan fakta. Ini penting, agar tidak menjadi fitnah yang akan menjadikan adu domba antara masyarakat dan pemerintah. Saya minta aparat kepolisian segera memanggil Haris Azhar terkait tuduhannya,” tegas Gus Ubaid yang juga Pengasuh Ponpes Annuriyyah Kaliwining Jember ini kepada beritajatim.com, Selasa (24/8/2021).

Dirinya mencoba mengutip salah satu dawuhnya kiai sepuh NU yakni informasi hoaks lebih berbahaya dari virus corona. Masyarakat diminta memiliki kewaspadaan tinggi dalam menyaring informasi.

“Karena seiring dengan mudahnya mengakses kabar, ternyata banyak yang tidak bertanggung jawab alias hoaks. Sesuatu yang bahayanya tidak kalah mengkhawatirkan dari virus corona yaitu bahayanya orang-orang yang menggunakan mulut atau jarinya memproduksi hoaks atau berita bohong setiap hari,” tuturnya.

“Saya berharap Haris Azhar bisa membuktikan omongannya. Kasihan pemerintah kalau diadu dengan rakyatnya,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Kemaritiman dan Investasi juga telah meminta aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mengklarifikasi tudingan mereka terkait keterlibatan Luhut pada bisnis tambang di Papua.

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi menepis tudingan soal keterlibatan Luhut atau PT Toba Sejahtera melakukan bisnis tambang di Papua. “Kami mohon keduanya dapat segera memberikan klarifikasi dan bukti karena hal tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan fakta,” kata Jodi, Selasa (24/8/2021).

Dia mengatakan video percakapan keduanya tersebut bisa menimbulkan fitnah. Apalagi, konten itu sudah menyebarluas di publik. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar