Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Luhut Blak-blakan tentang Keinginan Jadi Presiden

Luhut Binsar Pandjaitan

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) ditanya keinginannya untuk menjadi presiden oleh seorang jurnalis Azizah Hanum SCTV pada 16 Januari 2022.

LBP menjawab tidak ingin menjadi presiden. Ini karena baginya, pengabdian kepada bangsa dan negara tidak harus dengan menjadi presiden.

Selain itu, LBP merasa dirinya belum pantas, tidak memiliki kapasitas, dan masih banyak orang lain yang lebih mampu.

Mengomentari pernyataan LBP tersebut, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr H.M. Anis Mashduqi, Lc., M.Si mengatakan bahwa Menko Marves LBP itu orangnya rendah hati.

“LBP rendah hati, walau mengaku tak tertarik jadi presiden, setahu saya track record beliau selama ini banyak dibicarakan orang, kualitas seorang presiden,” ujar Kiai Anis, yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hadi Yogyakarta itu.

Ditanya soal peluang LBP menjadi presiden sebagai orang non-Jawa, kiai muda alumni Al-Azhar University Mesir itu menjawab, “Tidak hanya LBP, tapi siapa saja yang memiliki kompetensi. Kita ini ber-Pancasila. Seorang presiden tidak diukur dari latarbelakang suku dan agamanya, tetapi kualitas pengabdiannya”.

Selain tentang kepemimpinan non-Jawa di Indonesia, Kiai Anis Mashduqi, yang juga Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PWNU DIY itu, menambahkan bahwa non-muslim boleh menjadi presiden di tengah mayoritas muslim.

“Rasulullah pernah mengajak para Sahabat hijrah ke Habasyah yang notabene dipimpin non-muslim,” katanya.

“Kita juga merujuk pada perkembangan pemikiran Islam dunia, utamanya ulama Al-Azhar. Bagi mereka, Islam tidak menolak kepemimpinan non-muslim. Apalagi seperti kita, yang hidup di negara yang lebih plural,” pungkasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar