Politik Pemerintahan

LSI Denny JA: Putusan MA Soal Pemakzulan Bupati Faida Tak Ubah Peta Dukungan

Paripurna Hak Angket DPRD Jember pada 20 Maret 2020

Jember (beritajatim.com) – Putusan Mahkamah Agung RI menolak permohonan hak uji pendapat terhadap pemakzulan Bupati Faida oleh DPRD Jember, Jawa Timur, tidak mengubah peta dukungan pemilih dalam pemilihan kepala daerah.

Putusan yang menguntungkan Faida itu baru turun pada 8 Desember 2020. “(Putusan itu turun) pada waktu yang sangat telat, karena H-1 (pemungutan suara),” kata Rully Akbar, peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia Denny JA.

Menurut Rully, kemungkinan tim sukses Faida mendistribusikan informasi itu pada wilayah perkotaan bisa terjadi. “Tapi kan tidak terdistribusi dengan baik sampai wilayah perdesaan. Plus juga isu soal pemakzulan dan Mahkamah Agung ini bukan konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah. Mayoritas penduduk Jember ada di range itu,” katanya.

Alhasil, putusan MA itu tak bisa banyak membantu Faida untuk mendongkrak elektabilitas dan memulihkan kepercayaan publik. Sesuai hitung cepat terhadap pemilihan kepala daerah di Jember yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, pasangan Hendy – Firjaun memperoleh suara 47,95 persen. Sementara Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto sebanyak 30,41 persen dan pasangan Abdus Salam – Ifan Ariadna mendapat suara 21,64 persen.

Rully mengatakan, bisa jadi peta dukungan pemilih bisa berubah karena putusan MA itu jika pemungutan suara diundur dua minggu lagi. “Karena Ibu Faida bisa mengembalikan kepercayaan publik untuk menjelaskan ‘ini lo yang salah’, ‘saya masih benar’ dan sebagainya,” katanya.

Rully mengatakan, lambatnya turunnya putusan itu juga tak lepas dari lambatnnya DPRD Jember mengirimkan berkas ke MA. Berkas pemakzulan terhadap Bupati Faida masuk ke MA pada 16 November 2020. “Faktor timing-nya yang salah. Tapi kan masalahnya yang mengeluarkan (putusan) ini MA,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar