Politik Pemerintahan

Pendukung Machfud-Mujiaman Ini Juga Prihatin Video Viral Hancurkan Risma

Surabaya (beritajatim.com) – Beredarnya video viral ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’ menuai sorotan hingga emosi dari berbagai pihak. Satu di antara elemen masyarakat yang prihatin atas video yel-yel viral tersebut adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suramadu.

Sebagai bagian dari warga Kota Surabaya, LPM Suramadu menyayangkan viralnya video bernada kebencian terhadap sosok Tri Rismaharini tersebut. LPM Suramadu merasa nyanyian yang dicetuskan kelompok tertentu melalui plesetan lirik lagu karya Ibu Sud itu sangat tidak elok diucapkan sebagai warga Surabaya.

“Kami sangat prihatin dengan unggahan video yel-yel itu. Sungguh tidak elok,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) LPM Suramadu, Lukman Hakim, Selasa (1/12/2020).

Sebagai warga Surabaya, kata Lukman, tidak sepantasnya mengeluarkan ujaran-ujaran yang mendiskreditkan, apalagi dipenuhi kebencian. Ia mengajak, seluruh warga Surabaya untuk saling menghormati kedudukan sesorang ataupun kelompok masyarakat, meski dianggap berseberangan. “Ada alasan, maupun tanpa alasan, hal itu tidak baik dan bukan cerminan warga Surabaya,” tuturnya.

Lukman mengatakan, LPM Suramadu yang merupakan salah satu unsur warga Surabaya pendukung Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MAJU) tetap tak sepaham dengan video medsos yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab tersebut. Bagaimanapun juga, pihaknya menyadari, kepemimpinan Tri Rismaharini selama 10 tahun terakhir telah membawa Kota Surabaya menjadi lebih baik.

“Mengapa kami mendukung Pak Machfud Arifin dan Pak Mujiaman Sukirno? Tidak lain hanya ingin ada perubahan di Kota Surabaya agar semakin maju dan lebih baik dari sebelumnya,” tandas Lukman.

Dikatakan, lembaga pimpinan H. Abdul Rohim ini selalu mengutamakan budaya kesantunan dalam memberikan dukungan terhadap sosok yang diusungnya. Saat berkampanye pun, lanjut Lukman, LPM Suramadu tetap memotivasi seluruh relawan agar melakukan pendekatan kekeluargaan tanpa emosional.

“Tidak ada tendensi dari kami untuk mendiskreditkan tokoh maupun paslon lain, apalagi kepada Bu Risma sebagai Wali Kota yang juga dicintai warga Surabaya. Sungguh naif jika membenci Bu Risma,” tegasnya.

Lukman mengajak, agar perbedaan politik maupun pilihan dalam perhelatan Pilwali Surabaya tidak dijadikan sebuah senjata untuk melukai dan saling memusuhi. Meski berbeda adalah hak seseorang/warga Surabaya untuk menentukan sikap pilihannya, bukan berarti harus terpecah karena hasutan kebencian.

“Mari kita sikapi perbedaan dengan bijak untuk tidak saling menghujat apalagi membenci. Dengan berpolitik yang santun dan damai akan lebih baik,” harapnya.

Sebelumnya, marak dipemberitaan sebuah video berdurasi 19 detik yang menampilkan sejumlah orang menyanyikan yel-yel ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’. Ungkapan dalam nyanyian yang viral di media sosial (medos) tersebut merujuk sebuah kebencian kepada sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. [tok/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar