Politik Pemerintahan

Lonjakan Covid-19, Bupati Mojokerto Sebut Mutasi Varian Baru dan Kendornya Protokol Kesehatan

Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati bersama Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra

Mojokerto (Beritajatim.com) – Lonjakan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini disebabkan jenis mutasi varian baru yang lebih kuat. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto dalam rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Aula Polres Mojokerto.

“Lonjakan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini disebabkan jenis mutasi varian baru yang lebih kuat. Keadaan makin buruk, akibat kendornya protokol kesehatan yang dipicu kejenuhan masyarakat dalam berjuang melawan pandemi sejak tahun lalu,” ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati, Sabtu (10/7/2021).

Saat ini, lanjut Bupati sekaligus Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus mendisiplinkan penerapan PPKM Darurat dengan sinergi bersama TNI/Polri. Kasus-kasus baru terus dipetakan oleh tim surveilans.

Tim surveilans terus memetakan kasus-kasus baru untuk menemukan solusi terbaik pencegahan dan pengobatan. Demikian juga dengan upaya percepatan vaksinasi yang terus digenjot. Hal ini dibedah bersama Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, para pendeta dan tokoh agama lainnya.

“Ada kasus pada seorang ibu hamil di Trowulan, padahal tidak bepergian. Setelah di tracing, beliau terpapar usai jamaah di musala. Setelah ditindaklanjuti, jamaah lain ternyata OTG. Inilah pentingnya patuh PPKM Darurat. Semua aturan kegiatan di rumah ibadah, adalah demi keselamatan bersama,” katanya.

Apalagi vaksinasi, tegas Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, di Kabupaten Mojokerto baru 10 persen sampai 15 persen. Untuk menyongsong Idul Adha 2021 dalam beberapa hari lagi, Bupati menginformasikan bahwa teknis pelaksanaan aturan rangkaian ibadah, akan dirapatkan secepatnya dengan menimbang Surat Edaran Gubernur Jawa Timur. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar