Politik Pemerintahan

Lolos CPNS, Peserta Masih Tunggu Dua Tahun untuk Diangkat PNS

Foto ilustrasi.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian Aparatur, Badan Kepegawaian Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Joko Tri Cahyono mengungkapkan, hasil seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah diumumkan.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, jumlah peserta seleksi CPNS yang lolos sebanyak 434 peserta. Namun, peserta yang lolos tersebut harus menunggu dua tahun lagi untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Lamanya diangkat menjadi PNS berdasarkan PP Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS. Selain itu, banyak daerah yang tidak dapat jatah Pelatihan Dasar karena waktunya yang mepet,” ujarnya, Senin (23/11/2020).

Seperti diketahui, dalam formasi CPNS tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendapatkan 444 kuota yang terbagi ke dalam 194 tenaga kependidikan, 231 tenaga kesehatan, dan 19 tenaga teknis lainnya. Tercatat ada 5.780 pelamar yang mendaftar yang lolos seleksi administrasi. Jumlah itu berkurang ketika memasuki tahapan SKD yang hanya diikuti 4.675 orang.

Hasil SKD semakin menyusut, dimana hanya ada 843 pelamar yang memenuhi passing grade atau ambang batas nilai yang sudah ditetapkan. Mereka kemudian memasuki tahapan selanjutnya, yakni SKB. Setelah integrasi nilai SKD dan SKB, akhirnya ada 434 pelamar yang lolos menjadi CPNS. Sementara 10 posisi masih kosong.

Kekosongan 10 formasi tersebut disebabkan ada beberapa faktor. Untuk, 4 kuota Dokter Spesialis tidak ada yang mendaftar, 1 peserta dari Dokter Gigi tidak hadir pada ujian SKB. Sedangkan, untuk 2 lainnya berasal dari Formasi PGSD yang hanya ada 155 peserta yang mendaftar dari 157 kuota yang disediakan, sehingga 2 kuota masih kosong.

“Kalau untuk tiga formasi lainya berasal dari 2 peserta dari Refraksi Optisien dan 1 peserta dari Sanitarian Ahli tidak lolos tes SKD. Untuk mengisi kuota yang kosong, kita akan memanfaatkan SDM yang ada,” pungkasnya.

Mereka yang dinyatakan lolos wajib melengkapi pemberkasan mulai tanggal 4 sampai 15 November 2020 untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Nama-nama yang lolos menjadi peringkat teratas bisa dilihat dalam laman resmi BKN dan instansi masing-masing termasuk jadwal tahapan pemberkasan. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar