Politik Pemerintahan

Logo Pemkab Jember Resmi Gantikan Foto Petahana pada Ratusan Ambulan

Jember (beritajatim.com) – Logo Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, resmi menggantikan foto Faida, bupati petahana yang tengah cuti karena mengikuti kampanye pemilihan kepala daerah, Sabtu (3/10/2020) sore.

Kini hanya ada foto Abdul Muqiet Arief, wakil bupati yang kini menjabat pelaksana tugas bupati, yang masih tertempel di badan ratusan ambulans tersebut.

Penempelan logo tersebut dilakukan di Jalan Sudarman, depan kantor Pemkab Jember. Sebanyak 30 unit dari 248 ambulans diparkir di sana. Muqiet, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Komisioner Badan Pengawas Pemilu Jember Endah Dwi Prasetyowati dan Andhika Firmansyah, bersama-sama menempelkan logo tersebut dengan disaksikan perwakilan kepolisian dan TNI.

Selain mendapat perhatian media massa, penempelan logo Pemkab Jember tersebut menjadi tontonan warga. “Terima kasih kepada Bapak Bupati,” kata salah satu warga yang menyaksikan.

Pergantian foto Faida dengan logo Pemkab Jember ini memenuhi surat permintaan dari Bawaslu Jember. Menurut Muqiet, sejak awal penetapan calon, hal yang paling banyak disoroti adalah gambar-gambar petahana di mobil-mobil, terutama mobil ambulans.

Muqiet kemudian menggelar rapat dengan Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum Jember. Bawaslu kemudian melayangkan surat berisi acuan regulasi untuk melakukan penertiban gambar petahana pada fasilitas negara. “Saya kira apa yang disampaikan Bawaslu, payung hukumnya sudah sangat jelas. Oleh sebab itu kami sudah mantap. Kalau kemarin kami masih ragu-ragu,” katanya.

Pemasangan logo Pemkab Jember menutup foto Faida dilakukan bertahap dalam waktu tiga hari ke depan. Semua pengemudi ambulans dan kendaraan fasilitas pemerintah seperti mobil perpustakaan yang ditempeli foto Faida diperintahkan ke depan kantor Pemkab Jember secara bergiliran.

Bagaimana jika ada sopir ambulans yang menolak pergantuan gambar ini? “Oh, tidak. Kita satu komando,” kata Muqiet.

Muqiet menegaskan, bahwa tindakan sore itu adalah kesepakatan bersama. “Yang penting sebetulnya dalam pelaksanaan pilkada sekarang jangan hanya gambar yang jadi perhatian kita. Tapi masalah covid jauh lebih penting, karena menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.

Muqiet sangat berharap kepada semua pihak untuk menahan diri. “Kita berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang ada. Kami melakukan sekarang ini sebetulnya merupakan edukasi, pendidikan, bagi masyarakat, ketika kita akan melakukan sesuatu, karena kita negara hukum, maka harus berpedoman pada hukum,” katanya.

Muqiet tidak bisa serta-merta melakukan tindakan tanpa payung hukum yang jelas. Ia selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dan berrahap kepada semua pihak untuk ikut menjaga Jember agar tetap sejuk dan kondusif. “Sukses dan tidaknya pemilu bukan hanya urusan KPU dan Bawaslu, tapi urusan kita semua,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar