Politik Pemerintahan

LKS Tripartit, TDD dan Dewan Pengupahan Kumpul Bersama, Ada Apa?

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dinas Tenaga kerja Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan penguatan peran fungsi LKS Tripartit, TDD (tim deteksi dini) dan Dewan Pengupahan, dalam menciptakan kondisi ketenagakerjaan yang nyaman dan aman melalui capacity building kelembagaan ketenagakerjaan di Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati dalam laporannya mengatakan kegiatan capacity building diikuti sebanyak 62 peserta, terdiri dari 32 peserta unsur pemerintah OPD terkait, 2 peserta dari perguruan tinggi, 13 peserta unsur APINDO, 15 peserta unsur dari Serikat buruh/pekerja .

Adanya Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo tidak dapat dipungkiri sudah merubah banyak tatanan kehidupan, termasuk kondisi ketenagakerjaan di Kab. Sidoarjo.

Tercatat ada 94 perusahaan yang tutup operasional di Sidoarjo, dan laporan pengurangan karyawan terus berkelanjutan, perusahaan yang melakukan pengembangan ke daerah lain, juga masih terjadi. “Ini problem ketenagakerjaan yang perlu ada pemecahan dan solusi yang menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Fenny Senin (24/5/2021).

Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi menjelaskan di Kabupaten Sidoarjo ini lembaga ketenagakerjaan sudah komplit, ada LKS Tripartit dengan Ketua Wakil Bupati Sidoarjo. Tugas utamanya mengkoordinasikan saran, usulan, masukan dan pertimbangan menyangkut masalah ketenagakerjaan ke Pemerintah Sidoarjo.

TDD yang fungsinya mendeteksi segala permasalahan ketenagakerjaan dilapangan sedini mungkin. Sedangkan dewan pengupahan yang salah satu fungsinya diantaranya memberikan saran pertimbangan kepada Bupati terkait kebijakan pengupahan di Sidoarjo.

Ketiga kelembagaan tersebut dari unsur-unsur terkait. Ada yang ada dari unsur Apindo, unsur serikat pekerja/serikat buruh dan unsur pemerintah dengan lintas OPD terkait, unsur perguruan tinggi dalam lembaga ketenagakerjaan tersebut.

“Apabila ketiga lembaga tersebut benar-benar sudah memerankan fungsinya secara baik dalam membantu Pemkab Sidoarjo untuk membangun kebijakan ketenagakerjaan, maka Sidoarjo akan semakin kondusif dan terus berubah yang lebih baik lagi,” papar wabup.

Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo tidak dapat dipungkiri sudah merubah banyak tatanan kehidupan, termasuk kondisi ketenagakerjaan. Banyak orang kehilangan pekerjaan akibat PHK, banyak perusahaan bangkrut (tercatat ada 94 perusahaan yang tutup operasional di Sidoarjo).

Kondisi ini memerlukan pemahaman, pemikiran, kerjasama dan solusi bersama agar kondisi ketenagakerjaan di Kab. Sidoarjo tetap aman, nyaman dan terjaga kelangsungannya.

“Dalam kegiatan capacity building kelembagaan ketenagakerjaan melalui peran fungsi LKS Tripartit, TDD dan Dewan Pengupahan Kabupaten Sidoarjo merangkul seluruh stakeholder industrial dapat memberikan sumbangsih untuk menciptakan kondisi ketenagakerjaan yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sidoarjo milik kita bersama ini,” harap wabup menutup. (isa/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar