Politik Pemerintahan

Lira Jatim Sesalkan Putusan Gakumdu Soal Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Jawa Timur menyesalkan putusan Tim Gakumdu (Penegak Hukum Terpadu) soal video Bupati Faida di Kabupaten Jember.
Sebagaimana diberitakan, unsur Gakumdu dari kepolisian dan kejaksaan tak melihat ada cukup bukti pelanggaran pidana pemilu dalam video itu. Sementara unsur Badan Pengawas Pemilu Jember melihat ada pelanggaran. Akhirnya kasus itu dihentikan.
Dalam pernyataan sikap yang dikirimkan via WhatsApp, Wakil Gubernur Lira Jawa Timur Bambang Assraf mengungkapkan putusan Gakumdu mengamputasi penegakan hukum. “Gakumdu Justru mengabaikan bukti rekaman video Bupati Jember, dr Faida, sebagai alat bukti pelanggaran pemilu,” demikian pernyataan sikap Lira.
Padahal dalam video yang beredar di media sosial tersebut sudah jelas, bahwa peserta kongres perangkat desa  di Aula PB Sudirman Gedung Pemkab diarahkan untuk memilih Abdul Rohim, calon legislator DPR RI yang juga suami Bupati Faida.
“Ada larangan bagi perangkat desa untuk ikut serta dan terlibat dalam kampanye pemilihan umum atau pemilihan kepala desa. Mangkane ojok bengok-bengok Pak Rohim. Sing penting dicoblos,” katanya di hadapan perangkat desa, medio Desember 2018
Oleh karenanya dari pernyataan tersebut Lira berpendapat bahwa Bupati Jember dr. Faida melanggar Pasal 282 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Pasal 282 berbunyi, Pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemilu selama masa kampanye,” kata Assraf. Lira menilai Bupati Faida patut mendapatkan sanksi atas tindakan pelanggaran tersebut. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar