Politik Pemerintahan

Lindungi Masa Depan Surabaya, Machfud Arifin Jaga Praktik Prostitusi Tak Kembali

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin berkomitmen penuh untuk menjauhkan Kota Pahlawan dari praktik prostitusi. Baik praktik prostitusi tradisional yang berkedok panti pijat atau karaoke maupun dalam jaringan (daring).

“Kota Surabaya kita ini sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal mengurangi praktik prostitusi. Ini harus kita jaga agar praktik ini tidak muncul kembali,” kata Machfud Arifin.

Sebagaimana diketahui, semenjak penutupan Dolly di tahun 2014, praktik prostitusi di Surabaya semakin berkurang. Surabaya tidak lagi ditetapkan sebagai kota dengan wilayah lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.

Akibat dari penutupan ini, praktik prostitusi bermain dibelakang layar tidak lagi seperti dulu. Ada yang berkedok panti pijat, tempat hiburan karaoke bahkan memanfaatkan teknologi yakni prostitusi online.

Pun pihak penegak hukum menjadi kucing-kucingan, namun Cak Machfud melihat hal ini dapat diatasi. Menurutnya, permasalahan praktik prostitusi dapat terus di tekan dari tanah Kota Pahlawan dengan terus meningkatkan pengawasan para stakeholder terkait termasuk pemerintah.

“Jika saya diamanahkan menjadi Wali Kota Surabaya, praktik prostitusi ini akan menjadi pengawasan dan saya berkomitmen agar praktik ini tidak muncul kembali di kota kita. Saya akan menggandeng kiai, tokoh masyarakat termasuk penegak hukum agar praktik prostitusi ini tidak muncul kembali,” ujar mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf ini.

Sebelumnya, Cak Machfud menerima aspirasi dari para tokoh agama yang berjuang menghilangkan praktik prostitusi di Kota Surabaya. Di antara Tokoh Agama Surabaya tersebut adalah KH Khoiron Syu’aib, KH Ahmad Sunarto AS dan KH Abdurrahman.

Para Kiai sepakat percaya Cak Machfud yang telah didukung dan diusung oleh seluruh partai Islam yakni PKB, PPP, PAN dan PKS ini dapat mempertahankan Kota Surabaya dari praktik prostitusi.

“Kami mendukung dan mendoakan Pak Machfud Arifin agar praktik prostitusi di Kota Surabaya ini tidak muncul kembali. Yang penting adalah bangun ekonominya jangan prostitusinya, Insya Allah beliau bisa,” terang Kiai Sunarto. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar