Politik Pemerintahan

Lindungi Konsumen, DKPP Kabupaten Kediri Uji Rapid Tes Keamanan Pangan

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, melakukan uji lab keamanan pangan pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya beberapa kandungan bahan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia, antara lain kandungan residu pestisida dan bahan kimia bahaya seperti Boraks, Formalin, Rodamin A dan B serta Metamil Yellow.

Pada makanan yang akan dilakukan uji lab atau rapid test, diambilkan sampling lebih dari 20 Beberapa Pasar yang ada di Wilayah Kabupaten Kediri. Sampling Pangan Segar Asal Tumbuhan tersebut seperti Buah Tomat, Terong, Cabai Besar, Cabai Merah, Cabai Keriting. Selain itu sampling juga mengambil bahan dari produksi laut, antara lain ikan asin, cumi cumi, kepiting. Tak hanya tanaman dan produksi laut, namun sampling juga mengambil beberapa produk olahan seperti krupuk rambak, manisan, pentol bakso, olahan usus ayam, tahu, tempe dan juga aneka roti.

Menurut Sudibyo, Kasi mutu gizi dan keamanan pangan Dinas Keamanan Pangan dan Peternakan Kabupaten kediri, tujuan dari uji lab atau rapit tes ini adalah untuk mengetahui kandungan struktur pangan yang sering di olah manusia sebagai bahan panhan sehari hari, jika di temukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, selanjutnya akan ada tindakan lanjutan dari Dinas DKPP. “Dari Tim DKPP sebelum melakukan uji lab, terlebih dahulu keliling mengambil beberapa sampel makanan dari bebrerapa pasar tradisonal di Kabupaten Kediri, selanjutnya tim melakukan penelitian untuk mengetahui beberapa kandungan zat khusunya zat yang berbahaya,”

Lebih lanjut Sudibyo mengatakan jika ditemukan zat berbahaya didalam kandungan makanan, maka dari Dinas DKPP akan melakukan penelusuran produsen makanan yang berbahaya tersebut, jika produsen berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Namun jika hasil produk tersebut dari luar Kabupaten Kediri, maka akan diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur,

“Pembinaan akan segera kita lakukan bagi produsen asal Kabupaten Kediri, agar selanjutnya saat mengolah makanan tidak lagi menggunakan bahan bahan berbahaya,” ucap Sudibyo.

Dari penelitian 30 sampling makanan yang dilakukan di hari terakhir, didapati 14 produk diantaranya mengandung beberapa zat berbahaya seperti pengawet dan juga pewarna berbahaya. Sedangkan dari 70 sampling Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), lebih dari 40 produk dinyatakan aman dari penggunaan pestisida yang berlebihan. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar