Politik Pemerintahan

Lima Tahun, Baru Ada High Level Meeting Pemkab Jember dan BI

Jember (beritajatim.com) – Setelah lima tahun, akhirnya Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Bank Indonesia menggelar high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pertama kali untuk membahas inflasi pada masa Ramadan dan jelang lebaran, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (23/4/2021).

Pertemuan dipimpin langsung Bupati Hendy Siswanto. Pemimpin Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jember Hestu Wibowo mengapresiasi pertemuan tersebut. “Terima kasih Pak Bupati sudah concern kepada TPID. Apalagi jelang lebaran kan memang terjadi tekanan inflasi dan perlu koordinasi lebih erat untuk mengantisipasi kenaikan harga,” katanya.

“High level meeting secara formalnya saja. Tapi secara teknis, kami dari BI beserta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain dari Pemkab dan lembaga lain tetap berkoordinasi,” tambah Hestu.

Menurut Hestu, ada empat komoditas yang berpengaruh terhadap laju inflasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yakni bawang merah, cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam. Tim Pengendali Inflasi Daerah akan memantau pasar setiap hari.

“Untuk barang-barang tadi, dari dinas terkait akan menginventarisasi seberapa besar ketersediaan pasokan di Jember dari sentra-sentra produksi yang ada. Kalau nanti ada keterbatasan atau ketersediaan pasokan belum mencukupi, kami akan mendorong kerjasama antardaerah,” kata Hestu.

Hendy Siwanto mengajak TPID melakukan survei pasar untuk melihat kestabilan harga dan persediaan komoditas. “Kalau terjadi sesuatu, kami akan melakukan intervensi pasar,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar