Politik Pemerintahan

Lia Istifhama: Proses Pilwali Surabaya Tidak Berbicara Jabatan Semata

Surabaya (beritajatim.com) – Meski wacana penundaan Pilkada Serentak 2020 hingga satu tahun ke depan mulai bergulir, Lia Istifhama sebagai salah satu Bacawali di Pilwali Surabaya masih terus menunjukkan proses politik yang Ia lakukan. Senin (30/3/2020), sosok yang akrab disapa Ning Ceria ini blak-blakan menjelaskan sikapnya itu.

“Dari awal saya sampaikan pada relawan bahwa proses Pilwali tidak berbicara jabatan semata, melainkan bagaimana kita bisa berproses sebagai figur. Figur disini adalah sosok yang bisa diterima banyak orang, sosok yang dianggap sebagai bagian dari membangun kemaslahatan. Bahasa sederhana, ayo kita berproses untuk menjadi besar bersama,” kata Lia melalui sambungan telepon.

Di sisi lain, Lia juga tidak menampik bahwa dirinya bersama relawan telah melakukan beberapa aksi sosial selama wabah Corona.

“Iya, aksi sosial sebenarnya tak lepas dari inisiatif relawan. Ini sudah jalan sejak bulan Februari. Awalnya relawan melakukan aksi pembagian masker bedah, kemudian setelah langka, diganti masker kain. Bahkan relawan pun menjahit sendiri masker kain. Penyemprotan juga dilakukan mereka. Namun selalu saya tekankan, bahwa lakukan aksi bersama warga, atau bersama pihak pondok dan pasar. Jadi jangan sampai datang sendiri dan melakukan aksi tanpa diundang. Maksudnya, jika ada warga, pondok, pasar, tempat ibadah, atau lainnya ingin dibantu penyemprotan, maka itu yang diusahakan agar terlaksana. Terus, libatkan ketua RT, RW, atau tokoh setempat. Intinya, jangan sampai niat baik disalahartikan oleh masyarakat sekitar. Kalau kita bertindak secara gotong royong, melibatkan banyak pihak, insya Allah jalannya juga enak,” bebernya panjang lebar.

Senada, Fery Arie Susanto yang merupakan Koordinator Relawan Surabaya Berlian turut mengamini pernyataan Lia.

“Kami ini melihat sosok Ning Lia memang orangnya gak isok-an, alias gampang ngesaknoan dan memang kepeduliannya sangat tinggi. Ketika saya bilang: ‘Ning, teman-teman mau bagi masker’. Langsung dijawab: ‘Alhamdulillah, apik iku, rek. Anggep ae niatan nulung wong liyo. Pokoe jangan sampe keberatan, kelelahan, dan lakukan dengan seneng biar yang nerima juga seneng,” ujarnya.

“Ning Lia juga sangat kooperatif kalau ada yang minta disemprot wilayahnya. Yang jelas dia selalu bilang, ‘pokoe jangan sampe orang salah nilai maksud kita. Soalnya sekarang situasi prihatin, jadi kita bangun niat kekeluargaan dan kesehatan sama-sama’, gitu pesannya. Ning Lia ini memang sering ngasih pesan. Kita sebagai relawan memaklumi karena memang beliau kan dosen,” pungkas Fery.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar