Politik Pemerintahan

Lewat Kapitasi, Dinkes Ponorogo Optimistis Penuhi Target PAD

Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini. [foto:Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini optimistis target Rp 38 miliar pendapatan yang dibebankan 31 Puskesmas bakal terpenuhi. Dia menyebut sampai Oktober ini, serapan pendapatan asli daerah (PAD) dari puskesmas sudah mencapai 80 persen dari target.

“Insyallah, dua bulan ke depan kami bisa mencapai target tersebut,” kata mantan Kepala Puskesmas Kauman ini, Jumat (25/10/2019).

Kapitasi BPJS, kata Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, yang membuat PAD Puskesmas terdongkrak. Penyumbang terbesar bersumber dari Puskesmas Ngrayun. Sementara yang terendah dari Puskesmas Bondrang. Dia menyebut yang mempengaruhi banyak atau sedikitnya pendapatan puskesmas itu, tergantung peserta BPJS-nya. “Jadi di Ngrayun itu peserta BPJS-nya banyak, jadi pendapatannya juga yang paling tinggi,” sambungnya.

Irin mengungkapkan bahwa ada dua sumber pendapatan untuk Puskesmas. Yakni pembayaran dari masyarakat yang tidak memiliki BPJS dan dari kapitasi BPJS. Dia menjelaskan bahwa kapitasi merupakan pembayaran di muka oleh BPJS kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Pembayarannya berdasarkan jumlah peserta disuatu FKTP. Tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah layanan kesehatan yang diberikan. “Tiap bulan, 31 Puskesmas yang tersebar diberbagai wilayah di Ponorogo menerima kapitasi untuk modal pelayanan mereka,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar