Politik Pemerintahan

Pilkada Jember

Lembaga Survei iPol: Elektabilitas Indikatif Bupati Faida di Jember Masih Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga iPOL Indonesia (IT-Research and Politic Consultan) dari Jakarta kembali menyampaikan update pemantauan 19 Pilkada Jatim 2020. Kali ini adalah peta big data di Kabupaten Jember.

Menurut Petrus Hariyanto, CEO iPOL Indonesia jika Walikota Surabaya Risma sudah dua periode, beda halnya dengan Faida, Cabup Jember yang kembali maju untuk periode kedua mengalami kritikan, tekanan, demonstrasi dan pertarungan berat mencari partai pengusung membuat dinamika Calon Bupati Jember bermunculan.

Tak ketinggalan kaum muda dan milenial mulai berani tampil dalam kontestasi politik untuk menggagas perubahan. Berbekal pengalaman dan latar belakang masing masing, mulai November 2019, mereka terpotret dalam Big Data iPol Indonesia mulai tampak serius dalam kemunculan di media massa, sosial media, kegiatan sosialisasi, hingga pengkondisian tim pemenangan.

“Kaum muda harapan baru pemimpin Jember itu antara lain Achmad Anis, Abdus Salam, Haidar Ulum dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Tidak mau kalah dengan cabup yang lebih tua, para cabup muda ini serius membangun gagasan menciptakan sejarah baru untuk Jember,” jelas Petrus Jumat (6/12/2019).

Berlatar belakang pebisnis, profesional, religius dan nasionalis, Petrus menjelaskan, di antara anak muda ini mulai berani tampil sebagai cabup ataupun cawabup di Jember.

“Seperti sosok Abdus Salam dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Mereka berani menggebrak dan melawan pakem, bahwa memperjuangkan rakyat selain di jalur bisnis bisa dalam jalur politik pemerintahan. Mereka yakin kalau kaum milenial sekarang mulai dipercaya rakyat dan tidak melihat usianya. Yang sukses di Legislatif maupun eksekutif sudah banyak. Bahkan, sekelas Presiden Jokowi juga memberi kepercayaan pada kaum milenial untuk menjadi staf khususnya. Realita ini yang makin bikin para cabup muda berani bertarung,” tukasnya.

Berdasarkan Big Data iPOL, kontestasi di Kabupaten Jember masih didominasi oleh petahana. Faida, memiliki ekpose yang cukup tinggi (184), namun dengan sentimen negatif menyertainya juga tinggi.

“Bupati Faida selalu berseberangan dengan DPRD Kabupaten Jember. Framing negatif ini harus segera ditanggulangi oleh Faida,” imbuhnya.

Calon kuat lainnya, Hendy Siswanto (67 ekspose), Djoko Susanto (31). Hendy dan Djoko Susanto dapat dikatakan menjadi kandidat terkuat melawan petahana. Dari sisi potensi dukungan partai, kedua calon ini berebut dukungan PDIP, Partai Gerindra, PKB, Perindo, dan Partai Berkarya.

Selain itu, radar pantauan iPOL melihat munculnya sosok muda dalam kontestasi Pilkada Jember, yaitu Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian) yang saat ini sebagai Ketua Kadin Kabupaten Jember, Ketua Perbasi Jatim dan Wakil Ketua Kadin Jatim.

“Sosok Mas Vian kerap dikaitkan dengan Sandiaga Uno. Sebagai pengusaha muda yang sukses dari generasi milenial, keberanian maju sebagai Cabup Jember terdeteksi dengan keseriusan mengambil formulir di Partai Gerindra dan menggelar kampanye cerdas melalui kegiatan Dialog Bersama Sandiaga Uno dan Moreno Suprapto selaku mantan pembalap dan anggota DPR RI. Baru-baru ini dia juga  terpantau menggelar Fun Bike ‘Mengayuh Bersama Menuju Perubahan Jember Maju’ yang juga dihadiri Sandiaga Uno pada 30 November kemarin,” katanya.

Massifnya pergerakan kaum muda untuk merebut kursi Jember Satu, makin menarik dinamikanya. Apalagi dilihat dan keberanian menghadirkan tokoh nasional, artis dan kegiatan yang berbasis anak muda serta viral. “Akankah dominasi perempuan akan tumbang di Jember? Atau justru sebaliknya?” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar