Politik Pemerintahan

Antisipasi Covid-19 Claster Pesantren

Legislator Pamekasan Minta Pemkab Segera Siapkan Langkah Antisipatif

Legislator Pamekasan, Khairul Umam yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, Khairul Umam meminta pemerintah kabupaten (pemkab) setempat agar segera menyiapkan langkah antisipatif menjelang masa kembalinya santri ke pesantren pasca libur Ramadan 1441 Hijriyah.

Hal tersebut disampaikan pasca pihaknya mendapat masukan dari para wali santri yang menginginkan agar anak mereka dapat kembali ke pesantren, sekalipun saat ini terbilang sangat riskan menyusul adanya wabah virus corona alias Covid-19 yang menyebar di seluruh wilayah di Indonesia, khuausnya di kabupaten Pamekasan.

Terlebih wacana era normal baru alias new normal yang digagas pemerintah justru memberikan angin segar kepada semua pihak, sekalipun kondisi tersebut cenderung memprihatinkan dan membutuhkan kerja ekstra keras guna menangkal penyebaran wabah Covid-19.

“Kami meminta pemerintah kabupaten agar segera melakukan langkah antisipatif menyambut kembalinya santri ke pesantren, sehingga nantinya tidak ada klaster baru penyebaran wabah Covid-19 dari pesantren,” kata Khairul Umam, Selasa (2/6/2020).

Suasana santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, saat memasuki masa libur Ramadan 1441 Hijriyah.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menerima masukan dari sejumlah wali santri yang meminta agar libur pesantren tidak diperpanjang karena adanya pandemi Covid-19. “Berdasar pengaduan wali santri, mereka menginginkan anak mereka kembali ke pesantren untuk menuntut ilmu,” ungkapnya.

“Maka dari itu, kami meminta agar pemerintah kabupaten menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipsi penyebaran wabah ini dan nantinya tidak muncul klaster baru dari pesantren. Salah satunya dengan menganggarkan sejumlah kebutuhan penanganan Covid-19 di pesantren melalui APBD,” sambung Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan.

Selain itu pihaknya menilai rencana penerapan new normal juga harus menyiapkan kesiapan sarana dan prasarana pesantren, sehingga nantinya dapat memenuhi standar protokol Covid-19. “Kondisi ini harus segera diantisipasi sesegera mungkin, sebab jika dibiarkan pesantren dengan segala potensinya akan menjadi problem besar,” tegasnya.

“Maka dari itu, Tim Satgas Covid-19 di seluruh kecamatan harus melakukan koordinasi intens bersama pesantren untuk menerapkan protokol kesehatan. Tentunya dengan harus menyediakan fasilitas kesehatan bagi para santri guna memastikan agar pesantren menjadi tempat yang aman bagi para santri,” jelasnya.

Sebelumnya Pemkab Pamekasan menyampaikan tengah menggodok berbagai skenario terbaik untuk menerapkan proses belajar mengajar melalui kegiatan tatap muka, termasuk di lembaga pendidikan pesantren yang memang sudah memasuki masa santri kembali pasca menjalani masa libur. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar