Politik Pemerintahan

Legislator Pamekasan Minta Disdik Kembali Hitung Jumlah GTT

Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, HM Suli Faris meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, agar kembali mendata jumlah total guru honorer di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Sebab selama ini para guru honorer non katagori alias Guru Tidak Tetap (GTT) di setiap sekolah, jumlahnya justru melebihi kuota yang ditentukan. Sehingga rasionalisasi penempatan harus segera diatasi agar para guru tidak harus berbagi jam pelajaran.

“Kalau kondisi seperti ini tetap dibiarkan, maka nantinya akan berpengaruh pada beban pemerintah sekaligus kesejahteraan guru GTT sendiri. Dari itu harus ada pendataan ulang untuk rasionalisasi,” kata HM Suli Faris, Kamis (14/3/2019).

Rasionalisasi tersebut dimaksudkan sebagai upaya menghindari pembengkakan jumlah guru honorer, apalagi selama ini status mereka hanya berdasar SK Kepala Sekolah. “Bagaimanapun kalau ini dibiarkan, bukan tidak mungkin jumlahnya bisa membengkak,” ungkapnya.

Bahkan politisi yang akrab disapa Sulfa, juga mengimbau instansi terkait agar melakukan langkah konkrit mengatasi nasib para tenaga honorer. “Jika misalnya nanti ada yang terbuang karena tidak sesuai dengan jumlah rasionalisasi, konsekuensinya kita bisa hadapi bersama,” imbaunya.

“Karena bagaimanapun memang tidak mungkin, jika misalnya satu lembaga pendidikan terdapat 10 tenaga honor atau sejenisnya. Apalagi jumlah siswanya tidak sesuai dengan jumlah tenaga yang ada, ditambah dengan keberadaan para ASN,” jelas politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Pamekasan.

Lebih lanjut dijelaskan, rasionalisasi nantinya akan memiliki dampak yang konsekuensinya harus ditanggung bersama. “Memang ketika dilakukan rasionalisasi akan ada dampak, tapi itu memang harus dilakukan untuk kesejahteraan guru GTT kedepan,” jelas politikus Partai Bulan Bintang (PBB).

Sementara Kepala Disdik Pamekasan, Moh Tarsun menyampaikan usulan tersebut segera ditindak lanjuti. Namun dibutuhkan berbagai kajian untuk melakukan rasionalisasi. “Kita lakukan kajian dulu sebelum memutuskan itu, nanti kita lihat dulu lebih besar mana manfaat dan mudaratnya,” pungkasnya.

Berdasar data di Disdik Pamekasan, tercatat sebanyak 8.090 ribu orang tenaga honorer non katagori. Mereka tersebar di beberapa jenjang lembaga pendidikan di Pamekasan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar