Politik Pemerintahan

Legislator Nasdem: Survei PRC Buka Peta Kekuatan Paslon Pilkada Jember

Jember (beritajatim.com) – Dannis Barlie Halim, salah satu legislator Partai Nasional Demokrat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, rilis survei Politika Research and Consulting (PRC) menjadi awal terbukanya peta kekuatan pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah.

PRC meluncurkan hasil surveinya pada Sabtu (5/12/2020) atau sehari sebelum masa tenang. Saat itu, lembaga tersebut menempatkan posisi perolehan suara antara pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto dengan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam posisi imbang, yakni 35,6 persen melawan 35,2 persen. Saat itu, PRC sudah berani menyatakan akan ada bupati baru di Jember.

Terbukanya peta dukungan tersebut, menurut Dannis, menghancurkan spekulasi dan dugaan bahwa Faida masih kuat, terutama di masyarakat pedesaan. Ini mendongkrak semangat tim pemenangan dan pendukung Hendy-Firjaun untuk memenangkan pertarungan di saat-saat terakhir menjelang pencoblosan.

“Awalnya kami meraba-raba dengan asumsi bahwa petahana sangat kuat. Alhamdulillah, dengan survei kemarin, kami jadi melek informasi pemetaan di Jember bahwa kami bisa merebut kemenangan dan tahu titik-titik mana yang harus diperbaiki,” kata Dannis, Jumat (11/12/2020).

Partai Nasdem adalah pengusung Faida pada Pilkada 2015. Namun tahun ini partai tersebut mengusung pasangan Hendy-Firjaun, dan Faida justru berangkat dari jalur perseorangan. “Kalau dalam pilkada 2015, dua pasangan calon sama-sama baru. Sementara tahun ini, ada calon petahana yang masih kuat. Jadi kalau ngomong suasana kebatinan, kami sebagai pengusung Hendy-Firjaun benar-benar tidak tahu bagaimana hasil akhirnya dengan persaingan ketat seperti itu,” kata Dannis.

“Tapi dengan bekal informasi dari survei itu kami jadi optimis. Alhamdulillah, masyarakat Jember sudah benar-benar menginginkan perubahan,” kata Dannis.

Dari survei itu juga diketahui, jumlah pemilih yang belum menentukan sikap cukup besar, yakni 16,6 persen dan 34,6 persen responden menyatakan bisa mengubah pilihan sewaktu-waktu. Dengan kata lain pertarungan belum selesai dan peluang menang masih terbuka. “Sebanyak 16,6 persen adalah mereka yang kelas menengah atas yang tahu kondisi dan perkembangan Jember, dan kami yakin swing voter ini bisa direbut Hendy-Firjaun,” katanya.

“Kondisi ini didukung oleh keinginan masyarakat Jember untuk berubah dan memiliki pemimpin yang mengakomodasi kepentingan masyarakat bawah, menengah, dan atas,” kata Dannis.

Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menempatkan Hendy-Firjaun sebagai pemenang dengan keunggulan jumlah suara telak. Mereka memperoleh dukungan 47,95 persen. Sementara calon bupati petahana Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto mendapat dukungan sebanyak 30,41 persen dan pasangan Abdus Salam – Ifan Ariadna mendapat suara 21,64 persen. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar