Politik Pemerintahan

Jelang Ramadan di Tengah Wabah Covid-19

Legislator Minta Pemkab Pamekasan Jamin Ketersediaan Bahan Pokok

Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, Maskur Rasyid meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar menjamin ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1441 Hijriyah, khususnya di tengah pandemi virus corona.

Terlebih saat ini, wabah virus corona menyebar sangat massif di wilayah Provinsi Jawa Timur. Tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan yang juga tercacat sebagai zona merah penyebaran wabah Covid-19. Hal itu akibat adanya lima orang dinyatakan positif, bahkan satu di antaranya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Dari itu, kami meminta Pemkab Pamekasan agar menjamin ketersediaan bahan pokok selama Ramadan 1441 Hijriyah. Tidak kalah penting tentunya harga murah dan terjangkau,” kata Maskur Rasyid kepada beritajatim.com, Rabu (22/4/2020).

Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan yang akrab disapa Hamas (Haji Maskur) juga menilai, pendemi Covid-19 mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang dan akhirnya berujung pada kondisi sektor ekonomi yang tidak menentu.

“Kondisi ini tentunya akan sangat memberatkan bagi keluarga kurang mampu, seperti tukang becak, pekerja transportasi maupun buruh lainnya. Apalagi sebentar lagi kita akan menunaikan ibadah puasa, di mana tingkat konsumsi selama Ramadan biasa cenderung meningkat dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Dari itu, ia mengimbau sekaligus meminta agar Pemkab Pamekasan segera menyiapkan berbagai langkah konkrit sebagai langkah antisipatif. “Jadi ketersediaan kebutuhan bahan pokok ini harus benar-benar dikawal oleh Pemkab Pamekasan, termasuk berupaya untuk mengendalikan harga,” pinta Hamas.

“Sebenarnya pemerintah juga sudah mengumumkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu terdampak Covid-19 melalui program BLT (Bantuan Langsung Tunai). Gagasan yang sempat diterapkan beberapa tahun sebelumnya kami nilai sangat tepat, tetapi harus diikuti dengan upaya terukur, yakni melalui pendataan akurat bagi calon penerima manfaat,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta agar pendataan calon penerima manfaat dilakukan secara akurat dan up to date. Sehingga program tersebut dirasakan manfaatkan oleh warga terdampak Covid-19, khususnya warga kurang mampu.

“Dengan demikian, nantinya akan ada dua manfaat berbeda yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Masing-masing bantuan sembako tepat sasaran dan harga terjangkau, serta masyarakat tidak merasa kesulitan dan cenderung tidak terlalu merasakan dampak adanya Covid-19,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar