Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Lebih dari 1000 ‘Pekerja Rentan’ di Sumenep Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan

bpjs ketenagakerjaan

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 1.854 ‘pekerja rentan’ di Sumenep belum tercatat sebagai peserta program jaminan sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Pekerja rentan itu merupakan pekerja bukan penerima upah tetap. Misalnya petani, tukang bangunan, pekerja sosial, sopir angkutan umum, tukang becak, dan nelayan,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep, Ihsan, Kamis (30/09/2021). 

Berdasarkan data, pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan badan usaha sebanyak 1.175, pekerja penerima upah sebanyak 11.269 dan pekerja bukan penerima upah (pekerja rentan) sebanyak 1.854. Sedangkan pekerja jasa konstruksi sebanyak 13. 182 orang.

“Masih banyaknya pekerja di Sumenep yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa jadi karena kurang mampu membayar premi bulanan BPJS ketenagakerjaan Rp 16.800,” ujar Ihsan.

Ia menilai hal tersebut sebagai ‘PR’ bersama Pemerintah dan semua pihak untuk mendorong agar pelaksaan program Jaminan Sosial BPJS ketenagakerjaan bisa optimal.

Lebih lanjut ia memaparkan, manfaat BPJS Ketenagakerjaan adalah bisa menanggung biaya transport dan biaya sementara jika tidak mampu bekerja yang disebabkan kecelakaan saat bekerja. Nilainya Rp 1 juta/bulan selama 1 tahun, dan selanjutnya Rp 500 ribu sampai sembuh. Jika sampai meninggal dunia, akan mendapat biaya pengganti sebesar Rp 42 juta.

“Sedangkan untuk biaya pengobatan tak terbatas. Bebas di rumah sakit manapun,” ujarnya. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar