Politik Pemerintahan

Lebaran di Masa Pandemi, Begini Mekanisme Pemulangan PMI yang Sesuai Prokes

Kepada Disnaker Ponorogo Bedianto. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini, ada tata cara berbeda untuk pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah persebaran virus corona yang belum lenyap di negeri ini.

“Karena masih masa pandemi Covid-19, tentu kepulangan PMI ini harus diatur mekanismenya sebagai bentuk antisipasi penularan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, Bedianto, Selasa (27/4/2021).

Mengingat Ponorogo menjadi salah satu kantong PMI di wilayah Jawa Timur, Bedianto menyebut pihaknya melaksanakan mekanisme tersebut sesuai arahan dari pemerintah. Bagi PMI yang baru tiba di Bandara Juanda, langsung dilakukan karantina maksimal 5 hari, di asrama haji Sukolilo Surabaya. Disana pahlawan devisa ini dilakukan pemeriksaan Covid-19, jika hasilnya negatif corona, yang bersangkutan kembali melakukan perjalanan ke kabupaten atau kota asal. “Yang hasilnya positif ya harus dirawat dulu sampai sembuh. Di asrama Sukolilo itu diurus oleh Pemprov Jatim,” katanya.

Pemkab atau daerah tempat PMI berasal yang berkewajiban menjemput di asrama haji Sukolilo itu. Sampai di kabupaten/kota disinggahkan dulu di kantor Disnaker untuk dilakukan pendataan. Usai pendataan kemudian dijemput lagi oleh Pemerintah desa atau kelurahannya. PMI belum bisa menikmati hangatnya rumah sendiri, mereka harus karantina dulu di tempat isolasi di balai desa atau kelurahan. Jika pantauan Dinkes dalam hal ini petugas puskesmas hasilnya bagus, maka yang bersangkutan sudah boleh pulang

“Satgas desa dan puskesmas memantau kesehatan PMI, sebelum pulang ke rumahnya juga kembali dilakukan skrining. Yang bagus ya diswab, tapi skrining itu kami serahkan ke Dinkes untuk menanganinya,” katanya.

Ibed sapaan akrab Bedianto menambahkan kepulangan PMI itu ada beberapa alasan, yakni karena alasan sakit, ada masalah dan kontrak kerjanya di luar negeri habis. Di masa pandemi ini, juga ada negara yang memproteksi keluar masuknya orang ke negaranya. Seperti yang terjadi di Hongkong dan Taiwan. Banyak PMI di sana yang akhirnya menambah kontrak karena keadaan pandemi ini.

“Peraturan disetiap negara berbeda-beda, kebanyakan PMI yang pulang ini dari Malaysia dan Singapura. Sedangkan untuk Hongkong dan Taiwan kebanyakan pemerintah disana untuk mendorong penambahan kontrak kerja dulu,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar