Politik Pemerintahan

Lebaran, Bupati Anas Minta Warganya di Luar Kota Tidak Mudik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, di tengah wabah virus corona dirinya meminta agar warganya melakukan social distancing dan physical distancing. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Selain itu khusus untuk masa mudik lebaran, Anas meminta warga Banyuwangi di luar kota, bisa menahan diri untuk sementara waktu tidak pulang ke kampung halaman.

“Mari kita cintai keluarga dengan melindungi bersama keluarga dan orang-orang tua kita di kampung halaman dengan tidak pulang kampung. Ini hanya untuk sementara waktu. Nanti jika situasi sudah memungkinkan, silaturahmi bisa dilakukan,” terang Anas, Jumat (27/3/2020).

Selain itu, dirinya mengapresiasi langkah PT KAI yang telah mengurangi rute pemberangkatan kereta ke Banyuwangi. Pengurangan jadwal kereta api tersebut diharapkan bisa menekan laju penularan virus karena jumlah orang yang bepergian jadi jauh berkurang.

“Kunci menekan penyebaran virus ini adalah meminimalkan pergerakan manusianya. Ini adalah langkah konkret yang dilakukan KAI, kami harap juga bisa diikuti oleh moda transportasi lainnya,” kata Anas.

Sebelumnya, PT KAI Daop 9 Jember memberlakukan untuk mengurangi jumlah perjalanan kereta api dari dan menuju Banyuwangi. Itu untuk mengurangi mobilitas masyarakat demi menekan penyebaran virus Corona.

“PT KAI Daop 9 wilayah Jember mengurangi sebanyak 4 perjalanan KA yang berangkat dari wilayah kami. Pengurangan tersebut akan diberlakukan mulai 1 April 2020,” kata Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Agus Barkah, dalam siaran persnya yang dikirim pada 26 Maret 2020.

Adapun rincian KA yang dibatalkan yakni KA 184 Mutiara Timur Siang relasi Banyuwangi – Surabaya Gubeng dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB, KA 460 Pandanwangi relasi Banyuwangi – Jember dengan jadwal keberangkatan pukul 09.30 WIB.

Selain juga ada KA 461 Pandanwangi relasi Jember – Banyuwangi dengan jadwal keberangkatan pukul 14.00 WIB, dan KA 297 Logawa relasi Jember – Purwokerto dengan jadwal keberangkatan pukul 05.45 WIB.

“Jadwal yang kami batalkan adalah KA yang memiliki jadwal alternatif sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat,” tambah Agus.

Terkait penumpang yang sudah memiliki tiket KA tersebut pada periode 1 – 30 April, PT KAI Daop 9 akan menghubungi penumpang melalui Contact Center KAI 121 terkait informasi pembatalan perjalanannya.

“Kami akan mengembalikan bea secara penuh 100% secara tunai. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain yang melayani penjualan/pembatalan tiket. Pada wilayah Daop 9, ada 17 stasiun yang melayani proses pengembalian,” jelas Agus.

Agus menegaskan meskipun terdapat pengurangan jadwal kereta api, KAI tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa penumpang dapat menghubungi Contact Center 121 melalui telepon ke 021-121, email [email protected] atau sosial media @KAI121 untuk mendapatkan info lebih lanjut terkait perjalanannya.

“Kami mohon maaf atas pengurangan perjalanan KA ini. Semoga kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, agar penyebaran virus corona dapat dicegah,” ujar Agus. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar