Politik Pemerintahan

Lawan Airlangga dan Bamsoet, Ridwan Hisjam Siap Maju Caketum Golkar

Ridwan Hisjam (Baju Kuning di Tengah)

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP Partai Golkar, Ridwan Hisjam menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua umum (caketum) pada Munas Golkar awal Desember 2019.

Ridwan juga mengaku prihatin dengan kondisi Partai Golkar yang sejak Pemilu 2009, 2014 dan 2019 yang suaranya menurun. Ia pun terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar di periode 2019-2024.

“Saya kira, kalau saya ditanyakan kesiapan saya, sangat siap sekali maju pada Munas mendatang. Ini karena saya pernah memimpin partai, meskipun di skala provinsi yaitu Jawa Timur. Jawa Timur adalah provinsi terbesar di Indonesia dengan 38 kabupaten/kota dan penduduknya juga hampir 40 juta jiwa,” katanya kepada wartawan usai Bedah Buku ‘Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar’ dan Tasyakuran HUT Kosgoro 1957 ke-62 di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (24/11/2019) malam.

Suara yang terus menurun di Golkar ini, menurut Ridwan, disebabkan oleh paradigma baru Partai Golkar yang diputuskan di dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada 1999 itu tidak diterapkan secara murni dan konsekuen. Hal ini terjadi setelah kepengurusan Akbar Tanjung. Sehingga, ada penyimpangan di paradigma tersebut. “Saya terpanggil untuk ikut di dalam proses kepemimpinan Partai Golkar di tingkat nasional,” tegasnya.

Ridwan mencontohkan, saat ini Partai Golkar langsung mengambil keputusan tanpa cek dan ricek. Kemudian, suara masyarakat diabaikan. Padahal, Partai Golkar adalah partai yang demokratis.

Selain itu, Partai Golkar harus mandiri, tidak terganggu oleh kekuatan di luarnya seperti, lembaga, politik, pemerintah dan kelompok penekan.

Partai Golkar juga harus dikelola dengan manajemen modern. Manajemen modern dengan tahap-tahap pengambil keputusan yang sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ridwan menambahkan pada 2004, Partai Golkar bisa menjadi nomor satu mengalahkan partai-partai yang lain. Saat itu, pimpinannya Akbar Tanjung dan Ridwan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jatim. “Semua saya analisa dengan pengalaman yang panjang. Saat pimpinannya Akbar Tanjung, saya sebagai Ketua Partai Golkar Provinsi Jawa Timur. Saya masuk Partai Golkar sejak 1997. Dengan hal ini, saya akan mengembalikan paradigma baru tersebut dan mengutamakan suara rakyat. Sehingga, Partai Golkar dicintai oleh masyarakat,” jelas politisi senior Golkar itu.

Selain itu, nantinya jika ia menjadi Ketua Umum Partai Golkar, akan mengikuti era sekarang. Banyak suara milenial yang harus didengarkan dan dirangkul. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar