Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Launching Inovasi Superdeal, Ini Harapan Bupati Mojokerto

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat melaunching Inovasi Superdeal di SMKN 1 Dlanggu. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto meluncurkan Inovasi Sistem Ujian Perangkat Daerah Elektronik (Superdeal). Secara resmi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati melaunching inovasi tersebut di SMK Negeri 1 Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Kamis (19/5/2022).

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan perangkat desa, kini menggunakan sistem ujian atau seleksi perangkat desa sesuai dengan Perbup Nomor 85 tahun 2018 tentang Perangkat Desa. Tujuannya, yakni untuk peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan bagi masyarakat desa.

“Adapun proses pengisian perangkat desa sendiri telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan mekanisme serta persyaratan yang diharapkan mampu memunculkan perangkat desa yang tidak hanya mendapatkan legitimasi sebagian besar masyarakatnya, namun juga mempunyai kemampuan manajerial yang efisien dan efektif,” ungkapnya.

Model tes tersebut berbasis CAT (Computer Assisted Test) sehingga tidak ada soal dalam lembaran fisik, dan soal-soal yang akan dikeluarkan dalam ujian itu akan diacak oleh sistem. Bupati menjelaskan, semuanya sangat fair karena ada 230 dan diacak oleh sistem sehingga menjadi 115. Soal ujian sendiri disusun oleh Camat dan disaksikan Forkopimca.

“Namun sekali lagi, sistem ini sangat ketat dan fair. Tidak ada yang dapat dimanipulasi karena semua ditentukan oleh sistem komputer. Perkembangan IT saat ini sangat pesat, di Pemkab Mojokerto sendiri hingga kini terus mengembangkan dan meningkatkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Proses surat menyurat misalnya, yang sedang berproses dengan sistem online,” katanya.

Semua jenis pelaporan surat berbentuk PDF, dan aplikasi-aplikasi harus diisi dan entry berawal dari desa. Bahkan, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, satu Kementerian, aplikasinya bisa lebih dari 10. Maka dari itu, tegas Bupati, hal tersebut sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menjalankan sistem digital.

“Sejauh saya menjadi bupati, banyak sekali surat yang masuk dan menyampaikan rasa tidak puas, karena curiga ada permainan panitia pelaksana mudah-mudahan ujian ini bisa jadi metode yang bisa kita evaluasi bersama. Kalau ini bisa memberikan dampak positif, memuaskan semua pihak dan menujukkan integritas,” ujarnya.

Maka sistem tersebut, tambah orang pertama di Kabupaten Mojokerto ini, akan dipakai secara general pada proses yang sama di Pemerintahan Desa (Pemdes) lain. Bupati berpesan, kepada calon perangkat desa yang lolos seleksi nanti, agar bisa menjalankan tugas sesuai fungsi dan penuh tanggungjawab serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga-lembaga yang terkait pemerintahan desa.

“Kepada calon perangkat desa yang akan mengikuti seleksi ujian perangkat desa ini, apabila terpilih, bekerjalah dan laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab sesuai dengan kewenangan, fungsi dan tugas. Jalinlah komunikasi yang baik dan harmonis dengan lembaga yang ada di desa maupun lembaga lain yang terkait pemerintahan desa,” pesannya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar