Politik Pemerintahan

Lathifah : Saya Cucu Asli, Yang Lain Cuma Klaim Didukung Cucu Pendiri NU

Calon bupati Malang Lathifah Shohib (tengah).

Malang (beritajatim.com) – Pemilihan Bupati Malang 2020 kental aroma perebutan dukungan dari kalangan Nahdliyin (Nahdatul Ulama). Calon Bupati Petahana M Sanusi merupakan warga Nahdliyin sekaligus mantan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kini dia maju melalui PDIP.

Calon Bupati nomor urut dua, Lathifah Shohib merupakan cucu salah satu pendiri NU yakni Kiai Haji Bisri Syansuri, pengasuh pondok pesantren Mambaul Ma’arif, Jombang. Kiai Haji Bisri Syansuri juga merupakan kakek dari Presiden RI keempat Abudrahman Wahid.

Dikutip dari laman sanusicenter.com beberapa waktu lalu Sanusi mengklaim didukung oleh cucu hadratusyaikh Kyai Haji Hasyim Asyari (Pendiri Sekaligus Rois Akbar Nahdlatul Ulama) yakni KH. Irfan Yusuf Hasyim atau akrab disapa Gus Irfan. “Saya santai saja karena kalau saya kan memang nasabnya (keturunan) cucu pendiri NU. Kalau yang lain kan mengklaim didukung oleh cucu pendiri NU,” kata Lathifah, Jumat, (23/10/2020).

“Saya memang cucunya mbah Bisri ayah saya namanya Shohib Bisri. Ayah saya anak ke enam Mbah Bisri pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif setelah Mbah Bisri Seda (Wafat). Sekarang diteruskan oleh adik saya,” imbuh Lathifah.

Lathifah Shohib maju bersama Didik Budi Muljono di Pilbup Malang 2020. Dia bakal bersaing dengan calon petahana M Sanusi-Didik Gatot Subroto, serta paslon nomor 3 yang berangkat dari jalur Independen yakni, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Lathifah mengaku semakin percaya diri memenangkan kontestasi politik Kabupaten Malang usai didatangi oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu meminta kader PKB memenangkan paslon Lathifah-Shohib. “Pasti menambah semangat dan kepercayaan diri saya. Apalagi ketua umum sejak awal mendukung saya,” papar Lathifah.

Sementara itu, terkait dukungan dari cucu pendiri NU lainnya ke paslon lain. Cak Imin menganggap sebagai hal yang lumrah dalam Pilkada. “Sudah biasa Pilkada seperti itu, yang penting menang,” tandas Cak Imin. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar