Politik Pemerintahan

Laskar Shalawat Pamekasan Sayangkan Pernyataan Sukmawati

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Laskar Sholawat Pamekasan, Wazirul Jihad sangat menyayangkan pernyataan Sukmawati Soekarnoputri, yang membandingkan sosok sang ayahanda Ir Soekarno dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pernyataan kontroversi dalam sebuah forum tersebut, sempat menyedot kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya melalui aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah ulama bersama masyarakat di Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Jum’at (22/11/2019) lalu.

“Kami selaku umat Islam sangat menghargai perjuangan Bung Karno (sapaan akrab Soekarno), dan menaruh hormat kepada seluruh keturunannya. Namun kami sangat menyayangkan pernyataan Bu Sukma (Sukmawati Soekarnoputri) yang sangat kontroversi dan dan menyakiti kami,” kata Wazirul Jihad, Minggu (24/11/2019).

Pernyataan kontroversi yang disampaikan Sukmawati tidak hanya sekali saja, terdapat sejumlah pernyataan kontroversi lain yang cenderung memancing amarah publik. Terlebih kali ini disampaikan bersamaan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad yang dimeriahkan hampir di seluruh pelosok tanah air.

“Mungkin alangkah lebih baiknya, ibu Sukma harus belajar lagi ilmu agama Islam secara mendasar, biar tidak asal membuat pernyataan kontroversi. Apalagi yang dijadikan sebagai perbandingan merupakan sosok mulia dan manusia pilihan sebagai revolusioner dunia,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya mendukung gerakan yang dilakukan para ulama dan masyarakat yang mengecam pernyataan Sukmawati. “Bagi kami, Nabi Muhammad tidak bisa dibandingkan dengan siapapun sekalipun dalam bentuk sebuah perjuangan. Apalagi hanya sosok Bung Karno,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekjen DPC PPP Pamekasan.

“Bahkan bersamaan dengan ini, kami juga sudah menyampaikan kepada Laskar Salawat Korwil Madura untuk bersama-sama menyatakan sikap sama tentang keberatan ini. Karena kami memiliki misi luhur cinta Rasul melalui tagline Ojo Lali Moco Shalawat,” pungkasnya. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar