Politik Pemerintahan

Larangan Bagi ASN Pemkab Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan, diminta agar selalu bersabar karena tidak ada jatah cuti libur pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah atau Lebaran 2021.

Hal tersebut menyusul adanya surat edaran berupa larangan mudik dari pemerintah pusat, khususnya dalam rangka mengantisipasi sekaligus memutus rantai penyebaran Coronavirus Disiase 2019. “Untuk lebaran tahun ini tidak ada cuti libur bagi ASN,” kata Sekda Pamekasan, Totok Hartono, Selasa (4/5/2021).

“Tidak adanya jatah cuti libur tersebut tidak hanya bagi ASN di Pamekasan, tetapi bagi seluruh ASN di Indonesia, menyusul terbitnya aturan larangan mudik (Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah) dari pemerintah,” sambung Totok Hartono.

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat akibat tingginya angka Covid-19 di Indonesia. “Jadi untuk hari raya tidak ada cuti dan cutinya di akhir tahun, untuk tahun ini hanya libur biasa. Misalnya lebaran hari Kamis, maka hari Senin langsung kembali masuk,” jelasnya.

“Dari itu kami meminta seluruh ASN Pamekasan, agar mematuhi larangan mudik, apalagi regulasi itu dikeluarkan sebagai upaya menjaga kesehatan bersama di tengah naiknya angka Covid-19 di Indonesia. Kalau regulasi menyatakan kita di rumah, ya kita di rumah saja. Termasuk rekan-rekan pejabat kepala dinas, kabag dan seluruh ASN,” imbaunya.

Larangan serupa juga berlaku untuk tidak membawa mobil dinas selama libur Idul Fitri 1442 Hijriyah. Khususnya sebagai tindak lanjut dari surat edaran pemerintah pusat. “Kalau larangan mudik sudah  berlaku, tentunya mobil dinas juga tidak boleh dibawa ke luar kota,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasar update sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 1.160 orang dinyatakan positif, meliputi 3 orang dalam tahap isolasi, 89 orang meninggal dunia, 1.068 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara untuk status suspect terdata sebanyak 1.228 orang, meliputi 2 orang dalam tahap pengawasan, 97 orang meninggal dunia, serta sebanyak 1.129 orang lainnya dinyatakan selesai pengawasan alias Negatif Covid-19. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar