Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Laporkan Garuda, Erick Thohir: Bagian Pembersihan Korupsi BUMN

Erick Thohir Menteri BUMN

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan telah mewakafkan diri untuk kepentingan bangsa dan negara sejak diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo.

Bagi Erick selaku putera bangsa, makna NKRI dan Pancasila bukanlah slogan semata namun harus terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara. Termasuk ketika menjalankan fungsi sebagai orang nomor satu di Kementerian BUMN, selain memimpin, Erick melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah agar menguntungkan negara dan menyejahterakan masyarakat.

Oleh karenanya, mantan Presiden Inter Milan tersebut tidak mentolerir Tindakan yang dapat merugikan negara dan masyarakat seperti korupsi.

“Saya mewakafkan diri untuk NKRI dan Pancasila. NKRI dan Pancasila bukan hanya slogan, tapi juga harus dari hati,” ujar Erick.

“Sudah merupakan amanah membersihkan BUMN dari korupsi. Penyelesaian kasus Jiwasraya & Asabri adalah langkah awal transformasi BUMN. Berdasarkan hasil audit, kami juga sudah melaporkan Garuda atas indikasi korupsi,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Erick menyambangi Gedung Kejaksaan Agung untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyewaaan pesawat ATR 72-600 dalam upaya membersihkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari sejumlah permasalahan.

Dalam kunjungannya, ia membawa sejumlah alat bukti berupa hasil audit yang dilakukan oleh Kementerian BUMN bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kita harapkan tidak hanya untuk kasus Garuda, tapi banyak hal lain yang kita akan dorong ke kejaksaan untuk kasus-kasus lain di BUMN,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Erick tidak ragu untuk memberikan hukuman kepada insan BUMN yang merugikan negara karena dapat berdampak kepada masyarakat.

Langkah itu dilakukan, sebagai antisipasi kejadian-kejadian yang bisa merugikan banyak pihak tak terulang kembali di masa mendatang.

Sebelumnya Erick juga dengan gigih berani berhasil mengungkap kasus mega skandal korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT ASABRI (Persero). Dimana dari dua kasus korupsi yang berlarut-larut itu, negara mengalami kerugian hingga Rp 39,58 triliun.

“Ini merupakan program yang menyeluruh, tidak hanya satu-satu isu diambil. Ini bukan sekedar penangkapan atau menghukum oknum-oknum yang ada. Tetapi perbaikan administrasi secara menyeluruh di Kementerian BUMN sesuai dengan program yang kita dorong transformasi bersih-bersih BUMN,” tutup Erick. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati