Politik Pemerintahan

Lapor Presiden Bahas Pembangunan Banyuwangi Dipercepat

Rapat kordinasi pembangunan Banyuwangi bersama sejumlah menteri berlanjut di tingkat pusat. Sejumlah catatan saat rapat di Bumi Blambangan menjadi bahasan.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Rapat kordinasi pembangunan Banyuwangi bersama sejumlah menteri berlanjut di tingkat pusat. Sejumlah catatan saat rapat di Bumi Blambangan menjadi bahasan.

Rapat yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual itu, mengerucut pada pemulihan ekonomi Banyuwangi dari dampak pandemi Covid-19.

Sejumlah kebijakan strategis bakal diterapkan di Banyuwangi. Mulai infrastruktur jalan, transportasi udara, hingga pariwisata yang berpadu dengan UMKM dan sektor pertanian.

Contohnya, pengembangan amenitas di Taman Nasional Alas Purwo menyambut World Surf League 2021, Pantai Marina Boom, pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Ijen, dukungan Geopark Ijen menjadi geopark dunia UNESCO.

Ada pula percepatan penyelesaian pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), terminal terpadu, kapal patroli kawasan pantai, dan berbagai infrastruktur jalan. Termasuk langkah pembukaan kembali penerbangan Banyuwangi – Bali.

Rapat kordinasi pembangunan Banyuwangi bersama sejumlah menteri berlanjut di tingkat pusat. Sejumlah catatan saat rapat di Bumi Blambangan menjadi bahasan.

 

“Rapat ini menindaklanjuti rakor kemarin. Hasil dari rakor kunjungan ke Banyuwangi sudah saya laporkan kepada Presiden Jokowi. Presiden mengintruksikan kepada kami agar segera menindaklanjuti, dan enggak pakai lama,” kata Luhut, Selasa (4/8/2020).

Misal Alas Purwo, nantinya akan ditambah dari sisi amenitasnya. Hal itu khusus untuk persiapan kejuaraan selancar tingkat dunia.  Ajang paling bergengsi di dunia yang merupakan hajatan dengan social engagement terbesar ketiga dari seluruh event olahraga sejagat tersebut juga akan dijadikan sarana pemulihan pariwisata Indonesia.

”Saya sudah datang, melihat langsung Alas Purwo. Potensinya luar biasa. Seperti G-Land yang menjadi lokasi favorit peselancar dunia. Sangat bagus jika dilengkapi amenitas dengan tetap memperhatikan keaslian hutan,” ujarnya.

Luhut mengintruksikan Kementerian Perhubungan membantu kapal patroli pantai-pantai Banyuwangi dan merevitalisasi terminal Sri Tanjung.

Luhut juga meminta Kemen PUPR, membantu berbagai perbaikan dan pembangunan jalan.

“Termasuk dalam menopang pelaksanaan Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, yang selama ini belum pernah mendapat dukungan APBN. Pemerintah pusat akan membantu pelaksanaan Tour de Ijen sebesar Rp 30 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyebut keroyokan pembangunan dari berbagai kementerian akan mempercepat pemulihan Banyuwangi sebagai salah satu sentra perekonomian di timur Jawa.

”Terima kasih Bapak Presiden, Pak Luhut, para menteri, dan Gubernur Ibu Khofifah. Dengan keroyokan ini, akan mempercepat pembangunan Banyuwangi, sehingga kendala-kendala yang selama ini dialami pemerintah daerah bisa segera teratasi,” kata Anas.

Rakor diikuti Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibyo, Kementerian LHK, Kemendikbud, Kementerian BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dirut PT Pelindo III Saefudin Noer dan berbagai instansi lainnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar