Politik Pemerintahan

Lantik Pejabat, Wali Kota Mojokerto Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melantik sejumlah pejabat di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 12 orang pejabat administrator dan sebanyak 19 orang pejabat pengawas dilantik di Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto. Wali Kota Mojokerto mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

Pada pelantikan kali ini terdapat 17 orang yang mendapat promosi dan menandatangani fakta Integritas. Kepada para pejabat yang mendapat promosi, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menekankan bahwa para pejabat yang mendapat promosi adalah ASN terpilih Kota Mojokerto.

“Saya memilih sebaik mungkin untuk menduduki jabatan yang terbatas dan diinginkan banyak orang dan semoga pilihan saya dan Tim Baperjakat tidak salah. Untuk itu, saya berharap agar pejabat yang mendapat promosi harus mampu menjalankan tugas dan fungsi sesuai jabatan masing-masing dan tidak bersikap egois,” ungkapnya.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), sebagai orang-orang pilihan para pejabat yang memperoleh promosi harus mampu mendukung dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah, mampu berinovasi dan berkreatifitas pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan pemerintahan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Serta mampu meningkatkan prestasi Pemkot Mojokerto sebagaimana aturan yang berlaku. Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menegaskan, jika mutasi dan promosi jabatan merupakan dinamika di dalam organisasi. Pelantikan jabatan dilakukan karena adanya penyegaran, perputaran, sekaligus pembaruan posisi jabatan.

“Seluruh jabatan yang ada di Kota Mojokerto ini harus dimaknai sebagai tempat pengabdian memiliki tanggung jawab yang sama. Dalam artian semua ASN bisa berprestasi, berinovasi dan menyumbangkan segala pemikirannya untuk melakukan hal-hal yang terbaik agar tugas yang diemban serta tanggung jawab yang dibebankan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ning Ita berpesan apabila suatu jabatan mampu dilakukan dengan baik akan membawa kepuasan kepada diri pribadi tetapi juga akan memberikan kemanfaatan untuk berjalannya organisasi di pemerintahan. Jabatan yang diemban masing-masing bukanlah hanya sekedar predikat melainkan sebuah amanat undang-undang.

“Rotasi jabatan dilakukan sebagai bentuk kepentingan organisasi dan analisis beban kerja, guna mengangkat dan menempatkan jabatan bagi ASN yang memang sesuai dan memiliki kompetensi dan bagi seorang ASN ditempatkan dijabatan apapun harus siap dan memiliki komitmen untuk bekerja dengan baik,” ujarnya.

Ning Ita mengingatkan bahwa seorang ASN harus bisa menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, ASN harus mentaati protokol kesehatan dimana pun, tidak hanya ditempat kerja tetapi juga ditempat tinggal masing-masing. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan.

“Jika ASN tidak memberi contoh yang baik maka akan sulit bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Dan bagi para pejabat yang baru saja dilantik agar segera beradaptasi dan menyesuaikan diri ditempat yang baru sehingga tidak mengganggu jalannya organisasi,” himbaunya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar