Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Lantik 59 Kades, Bupati Hendy: Jangan Bikin Blok-Blok Sendiri

Bupati Hendy Siswanto (kanan) melantik 59 kepala desa di kantor Pemkab Jember. [foto: Diskominfo Jember]

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto melantik 59 orang kepala desa di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (17/12/2021) malam. Ia meminta seluruh kepala desa bersatu menyelesaikan persoalan di Jember.

“Pelantikan adalah sarana istimewa untuk membawa Anda selamat dunia dan akhirat. Panjenengan diberi kesempatan memimpin di desa masing-masing,” kata Hendy dalam sambutannya.

Hendy mengingatkan, kepala desa hendaknya melayani warga dengan baik. “Menjadi kepala desa tidaklah sederhana. Menjadi kepala desa adalah satu pengorbanan, satu ketulusan hati dan kejujuran, karena esensinya Panjenengan (Anda) saat ini diberi beban masyarakat Jenmber untuk bisa melayani mereka untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan,” katanya.

Kepala desa yang baru dilantik memiliki tantangan tugas. “Jember saat ini masih belum baik-baik saja. Jember saat ini perlu satu kecepatan, satu speed up, mencapai kembali kejayaan dan kembali ke zaman keemasan yang pernah kita capai beberapa puluh tahun lalu,” kata Hendy.

Namun, Hendy yakin dengan pelantikan tersebut, semua kepala desa yang baru dilantik akan menyelesaikan persoalan di Jember bersama-sama. “Insya Allah ini bisa kita laksanakan, dengan catatan kita harus bersatu, kita harus bersama-sama. Tidak boleh kita membuat blok-blok atau pun sendiri-sendiri,” katanya.

“Jember ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Tidak bisa diselesaikan kelompok ini, kelompok ini. Kami tidak mungkin sendiri bersama Gus Firjaun (Wakil Bupati Firjaun Barlaman). Kades merupakan garda terdepan untuk menyelesaikan persoalan di Jember, paling depan untuk bertatap muka dengan masyarakat Jember,” kata Hendy.

Menurut Hendy, terpilihnya para kades adalah garis tangan nasib mereka. “Tentunya itu ada arti, ada makna lebih dalam buat panjenengan dan keluarga,” katanya.

Hendy meminta istri dan suami kades untuk membantu pasangan masing-masing untuk menciptakan Desa Pintar (Smart Village) dan desa wisata yang dicanangkan pemkab. “Kalau kita bisa membantu masyarakat di desa kita masing-masing, panjenengan tidak usah ragu tentang rezeki, karena rezeki semua itu yang mengatur Gusti Allah. Panjenengan tidak usah cari rezeki, kerja saja yang benar. Semangat kerja yang benar. Kalau rezeki Panjenengan, insya Allah saya tidak akan bisa mengganggu,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar