Politik Pemerintahan

Lansia Ini Berkaca-kaca Pangan Hariannya Terpenuhi Berkat Bantuan dari Cak Machfud

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang lansia bernama Kalimah tak henti-hentinya mengucap syukur setelah dirinya menerima bantuan makan sahur gratis dari tokoh masyarakat Machfud Arifin. Sebelumnya nenek Kalimah harus menyantap nasi sisa buka puasa untuk sahur.

“Untuk sahur dan buka, saya beli satu nasi bungkus, setengah untuk buka puasa, setengah lagi untuk sahur, kalo sedang tidak ada uang ya cukup air putih saja,” ujar nenek Kalimah.

Tapi, berkat bantuan makan sahur gratis dari cak Machfud, nenek Kalimah tidak harus lagi makan sahur dengan sisa makanan buka puasanya tadi sore. “Alhamdulillah ya Allah, mendapat rezeki makan sahur dari pak Machfud, matur suwun pak Machfud,” ucap Kalimah sembari mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah.

Nenek Kalimah saat ini menginjak usia 81 tahun. Ia tinggal seorang diri di gubuk reyotnya yang berlokasi di wilayah Banyu Urip Wetan, tepatnya di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Kondisi rumahnya sangat memilukan, dengan hanya berukuran 1,5 kali 3 meter nenek Kalimah biasa menghabiskan masa istirahatnya berbaring di tempat tidur lapuk dengan dialasi sebuah kasur busa tipis dengan berbalut seprai lusuh.

Ia biasa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berjualan baju bekas layak pakai di Pasar Kembang, tidak begitu jauh dari kediamannya, hanya sekali naik angkutan umum untuk tiba di lokasi.

Tapi sejak munculnya pandemi corona, nenek Kalimah tidak bisa lagi berjualan setiap hari, ia harus mengurangi aktivitas berdagangnya di pasar. Faktor utamanya adalah berkurangnya para pengunjung pasar yang mempengaruhi hasil dagangannya.

“Sekarang, saya tidak bisa setiap hari jualan di pasar, selain saya yang mulai sakit-sakitan, corona juga mempengaruhi hasil jualan saya, sehingga untuk mengirit ongkos angkot, paling dua hari sekali saya berangkat ke pasar,” kata nenek Kalimah.

Nenek Kalimah mengaku tak punya pilihan, ia sebetulnya mengaku khawatir dengan kesehatannya yang harus terus berjualan di tengah wabah corona, apalagi di Surabaya sendiri tidak sedikit pasien yang positif terkena virus asal Wuhan, China itu.

“Tapi mau bagaimana, jualan saja ya kadang tidak ada yang beli sama sekali, tidak ada pemasukan, apalagi saya hanya diam di rumah saja,” pungkas nenek Kalimah.

Tapi nampaknya kali ini senyum nenek Kalimah bisa kembali terpancar. Saat Nenek Kalimah menghadapi kesulitan Cak Machfud bisa hadir memenuhi kebutuhannya. Ia dengan relawannya menyalurkan bantuan berupa makan sahur gratis untuk nenek Kalimah, diantarkan langsung ke kediamannya, Kalimah mengaku sangat senang dan dirinya tidak bisa menutupi rasa harunya.

“Di tengah kondisi sulit seperti ini masih ada pak Machfud yang peduli kepada warga kurang mampu seperti saya, Alhamdulillah makan sahur gratis ini sangat bermanfaat bagi saya,” pungkas Kalimah. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar