Politik Pemerintahan

Langgar PPKM, Hampir 100 Kafe dan PKL Ditindak Satpol PP Kota Malang

Satpol PP Kota Malang melakukan penindakan di masa PPKM Darurat.

Malang (beritajatim.com) – Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Satpol PP Kota Malang melakukan penindakan kepada hampir 100 pelaku usaha. Hingga 12 Juli 2021 sebanyak 94 pelaku usaha terpaksa ditindak karena melanggar aturan PPKM Darurat.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang, Antonio Viera mengatakan, jenis pelanggaran antara lain tetap menyediakan makan di tempat. Seperti diketahui selama PPKM pelaku usaha tetap diperbolehkan berjualan asalkan melayani layanan antar hingga dibawa pulang untuk makan di rumah atau take away.

“Kami beri surat pernyataan aja. Tapi jika terus melanggar juga akan kami tindak. Kami siap razia pagi, siang dan malam. Karena situasinya saat ini memang darurat, saya imbau masyarakat untuk sama-sama bersabar dan patuhi peraturan yang telah Pemkot tetapkan,” kata Antonio, Selasa (13/7/2021).

Antonio mengatakan, dari 94 pelaku usaha yang ditindak oleh mereka sebanyak 7 kafe terpaksa disegel karena dianggap membandel. Jumlah itu didapat saat melakukan penindakan di daerah Sigura-Gura, Blimbing, Kedungkandang, Sukun, dan kawasan lain di Kota Malang.

“Kafe, rumah makan, dan PKL yang mendapat BAP teguran tertulis sebanyak 41 pelaku usaha. Lalu ada 7 kafe yang kami segel. Serta ada 46 pelaku usaha yang mendapatkan surat pernyataan,” ujar Antonio.

Antonio mengatakan, pelanggaran yang paling banyak terjadi karena melebihi batas jam malam buka yakni di atas 20.00 WIB. Sesuai SOP mereka pelaku usaha yang melanggar aturan akan diberi surat pernyataan terlebih dulu.

“Kemudian kami (Satpol PP), beri teguran tertulis bila masih melanggar. Kalau masih bandel lagi, kami lakukan penyegelan atau penyitaan barang. Kalau sudah kami segel, tapi masi melanggar, maka akan langsung kami tutup atau pencabutan izin kafe tersebut,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar