Politik Pemerintahan

Langgar Perda, 8 Papan Reklame di Kota Mojokerto Disegel Satpol PP

Salah satu reklame yang disegel Satpol PP Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak delapan papan reklame di Kota Mojokerto disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Delapan papan reklame tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 9 Tahun 2020 jo Perwali Nomor 81 Tahun 2020.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) dengan Ketua Tim Evaluasi Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto terdapat 14 reklame titik reklame. “Dari 14 titik reklame itu, ada beberapa tindak lanjut yang kita buat,” ungkapnya, Senin (7/12/2020).

Masih kata Dodik, yakni surat peringatan untuk pembongkaran dan surat peringatan untuk perpanjangan ijin. Dari dua peringatan tersebut, lanjut Dodik, ada beberapa yang sudah dipotong oleh pemiliknya, sehingga ada delapan titik reklame yang diberikan stiker penyegelan oleh Satpol PP Kota Mojokerto.

“Reklame yang disegel ada 8 titik, itu tahap pertama. Sebelum kita beri segel reklame itu, kita sudah melayangkan surat peringatan ke yang bersangkutan selama 7 hari. Setelah 7 hari, kita berkoordinasi lagi dengan DPMPTSP. Nah dari 14 itu, tidak ada yang menindaklanjuti kecuali yang 6. Nah yang 8 ini karena tidak ada tindak lanjut maka kita segel,” katanya.

Dodik menjelaskan, pihaknya sudah memberi waktu selama 14 hari kepada yang bersangkutan untuk dilakukan pembongkaran. Apabila dalam waktu 14 hari tidak dilakukan pembongkaran, lanjut Dodik, maka Satpol PP Kota Mojokerto akan melakukan pembongkaran.

“Delapan reklame itu berada di depan Kantor Pemkot Mojokerto satu titik, satu titik di Benteng Pancasila, depan Swalayan Bentar satu titik, perempatan Jalan Empu Nala, Jalan Semeru satu titik, Jalan PB Sudirman, perempatan Kenanten satu titik dan Jalan Bhayangkara satu titik,” jelasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar