Politik Pemerintahan

Landmark Garling Percantik Kota Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Satu lagi landmark garling atau gardu suling mempercantik keindahan Kota Gresik. Monumen landmark yang berada di perempatan Jalan Panglima Sudirman, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Pahlawan, dan Jalan Malik Ibrahim Gresik itu juga melengkapi landmark sebelumnya yang telah berdiri yakni Landmark Daun Lontar dan Landmark Keris Sumilang Gandring.

Landmark Garling ini dibangun atas hibah dari PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan Gresik sebagai simbol melestarikan budaya heritage Kota Gresik.

General Manager PT PJB Unit Pembangkitan Gresik Ompang Reski Hasibuan menuturkan, monumen garling ini persembahan perusahannya dengan harapan agar PT PJB Unit Pembangkitan Gresik bisa berkembang seiring perkembangan Kabupaten Gresik.

“Keberadaan monumen garling ini bisa dikenang sepanjang masa sampai anak cucu kita. Jangan dilihat berapa besar nilai dan harganya. Tapi lihatlah dari niat kami untuk memberikan sesuatu kepada Kabupaten Gresik,” ujarnya, Selasa (22/09/2020).

Monumen garling tersebut, merupakan prototipe dari monumen yang pernah dibangun pemerintah Belanda di tahun 1930-an. Monumen itu dilengkapi sirine dengan suara meraung-raung sama persis yang dibangun seperti sekarang.

Bangunan asli monumen garling tersebut berada di pertigaan Jalan Raden Santri, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Basuki Rahmat Gresik.

Menurut Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, dirinya masih ingat antara tahun 1965 hingga 1972. Gardu suling yang lama itu sirine-nya dibunyikan berfungsi untuk menandai waktu berbuka puasa.

“Saat itu saya masih kecil dan saya melihat masyarakat sangat merasakan sekali manfaat dari bunyi suling tersebut sebagai tanda berbuka puasa,” ujar Sambari sambil mengenang masa lalu.

Ia menambahkan, gardu suling yang bar ini juga dilengkapi dengan pengeras suara yang akan mengarah ke empat mata arah angin. Sehingga, bisa di dengar oleh masyarakat yang lebih luas di Gresik.

“Terkait dengan ini saya masih menunggu persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik serta pihak Masjid Jami Gresik. Kalau disetujui gardu suling ini akan berbunyi pada saat masuk waktu sholat. Durasi bunyi suling ini hanya 30 detik,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar